Jumat , 29 September 2017, 16:23 WIB

'Karena Kebangkitan PKI Lebih Panas dari Cuaca Panas'

Rep: Ali Mansur/ Red: Joko Sadewo
Rahma sulistya
Massa aksi 299.
Massa aksi 299.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Aksi massa 299 dilakukan di tengah matahari yang sangat terik. Namun para pengunjuk rasa tetap bersemangat menggelar orasi di depan gedung Parlemen tersebut.

Meski keringat bercucuran mereka takberhenti mengumandangkan shalat dan takbir, sembari meneriakkan yel-yel anti-PKI. "Kami tetap berdiri walau panas. Karena kebangkitan PKI akan lebih panas lagi," tegas Furqon, peserta Aksi 299 asal Cengkareng, saat ditemui di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Iqbal juga berharap para delegasi yang diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, mampu meyakinkan para wakil rakyat itu. Apalagi dalam aksi kali ini, kata Iqbal hanya ada dua tuntutan dan itu penting bagi bangsa Indonesia. Keduanya adalah, menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan atau Perppu Ormas. Mewaspadai kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pendakwah ustadz Felix Siauw mengaku heran dengan sikap pemerintah, terutama dalam pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Bagi dia HTI yang tidak pernah membuat onar dan tidak bertentangan dengan Pancasila tapi dibubarkan. Sedangkan paham komunis yang mengancam keutuhan bangsa jusru dibiarkan.

"Lihat mata saya, keturunan China, tapi apa kalian membenci saya? pasti tidak. Kita semua sama, Umat Islam. Kita harus bersatu tolak Perppu Ormas," tegas Felix Siauw.