Rabu , 13 September 2017, 17:20 WIB

Jelang Tahun Politik, Jokowi Panggil Para Ulama

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah
EPA/Mick Tsikas
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang para ulama untuk hadir ke Istana Presiden, Jakarta sore ini. Dalam kesempatan ini, Presiden meminta para ulama dan para pimpinan pondok pesantren untuk turut membantu menjaga kondusivitas di berbagai daerah menjelang tahun politik.

"Yang ketiga kami ingin sedikit mengingatkan kita semuanya, bahwa tahun depan sudah mulai tahun politik. Jadi kami mohon bantuan kepada seluruh pimpinan pondok pesantren, para ulama, kiai, pimpinan ormas, semuanya agar tahun politik baik tahun depan maupun tahun depannya lagi itu kita jaga bersama," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/9).

Imbauan Presiden ini terkait dengan agenda politik yang akan segera diselenggarakan, salah satunya yakni penyelenggaraan pemilihan gubernur di Jawa Tengah. Sedangkan pada September tahun depan juga akan ditetapkan capres dan cawapres.

Presiden pun meminta agar kerukunan antar masyarakat dapat dijaga bersama. Para tokoh masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi konflik yang dapat memecah belah masyarakat.

"Oleh sebab itu, kami mohon agar kondusivitas di daerah kerukunan antar masyarakat, antar umat betul-betul kita jaga bersama. Jangan sampai ada lagi usaha untuk memecah belah, mengadu domba kabar-kabar yang tidak baik, yang mengakibatkan masyarakat menjadi terpecah," jelas Jokowi.

Ia juga mengingatkan, agar momentum perhelatan politik ini tak menyebabkan perpecahan di dalam masyarakat. Kerukunan dan persaudaraan, lanjut dia, merupakan hal penting yang harus dijaga.

"Padahal itu adalah perhelatan politik lima tahun sekali. Jangan sampai karena perhelatan politik antar tentangga nantinya tidak rukun apalagi antar umat menjadi tidak kelihatan persaudaraannya kembali," kata Jokowi.