Jumat , 11 August 2017, 16:42 WIB

UK-PIP: Pancasila Kurang Mendapat Perhatian Serius

Red: Bayu Hermawan
Republika/Agung Supriyanto
Yudi Latif
Yudi Latif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif mengatakan selama belasan tahun Pancasila kurang mendapat perhatian serius di sekolah.

"Bahkan ada kegamangan di kalangan penyelenggara negara untuk menyuarakan dan mengartikulasikan Pancasila di ruang publik," ujar Yudi Latif di Jakarta, Jumat (11/8).

Yudi menjelaskan Pancasila kurang terbudayakan dalam moral publik. Oleh karena itu, penguatan kembali ideologi Pancasila ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, melalui keyakinan, alam pikiran, dan praktiknya perlu mendapat perhatian semua pihak.

"Segenap pemangku kepentingan perlu bekerja sama menghidupkan dan menggelorakan kembali Pancasila sebagai laku hidup anak-anak bangsa," katanya.

Yudi menjelaskan Pancasila harus menjadi gerak nadi kaum muda Indonesia, tulang sungsum bangsa, sehingga generasi muda dapat mengaktualisasikan Pancasila sebagai inspirasi dan daya dorong berprestasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Dia menjelaskan pihaknya dan Kemristekdikti akan meluncurkan program penguatan pendidikan Pancasila yang diikuti 530 mahasiswa dan 110 dosen dari seluruh Indonesia di Bogor pada Jumat dan Sabtu.

Dalam kegiatan itu digunakan pendekatan interaktif dan partisipatif, dan akan diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu.

Presiden Jokowi akan hadir membuka langsung kegiatan didampingi oleh Ketua Dewan Pengarah UKP-PIP Megawati Soekarnoputri dan Menristekdikti M Nasir.

Pada pagi hari, para peserta yang merupakan perwakilan dari Aceh-Papua berkesempatan berkeliling Istana Bogor dan senam pagi bersama Presiden Jokowi.

Kegiatan ini kemudian akan diisi kelas-kelas diskusi mengenai pengamalan sila per sila Pancasila dan nonton bareng film "Pantja Sila: Cita-Cita dan Realita" yang akan dipandu langsung oleh Ketua UKP-PIP Yudi Latif.





Sumber : Antara