Rabu , 24 May 2017, 07:09 WIB

Setnov: Tantangan Golkar di Pemilu 2019 Makin Berat

Red: Bilal Ramadhan
dok. Republika/Aditya Pradana Putra
Bendera Partai Golkar.
Bendera Partai Golkar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto mengatakan tantangan Partai Golkar menghadapi pemilu 2019 akan semakin berat, sehingga dibutuhkan tambahan tenaga untuk memenangkan kompetisi politik tersebut.

"Pemilu 2019 akan menyelenggarakan pemilu legislatif dan Pemilu Presiden sekaligus, sehingga diperlukan energi tambahan," kata Setya Novanto pada pidato penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Partai Golkar di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (23/5).

Menurut Novanto, menghadapi Pemilu 2019, Partai Golkar telah menetapkan Joko Widodo sebagai Calon Presiden untuk diusung dalam kompetisi Pemilu Presiden 2019. Sebagai Calon Presiden petahana, menurut dia, tentunya Joko Widodo memiliki banyak kelebihan dan keunggulan untuk memenangkan kompetisi.

"Partai Golkar membutuhkan kerja sama dan koalisi dengan partai politik lainnya untuk mengusung dan mememangkan Joko Widodo," katanya.

Novanto menjelaskan, Partai Golkar telah melakukan komunikasi dengan partai-partai politik pendukung pemerintah untuk mengusung calon presiden yang sama. "Untuk menangani misi besar tersebut, Partai Golkar perlu sebuah badan pemenanan pemilu yang kuat, profesional, serta melibatkan seluruh jajaran Partai Golkar," katanya.

Salah satu hasil keputusan Rapimnas II adalah menetapkan Setya Novanto sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar. Pada kesempatan tersebut, Novanto juga mengucapkan terima kasih kepada panitia pengarah, paitia pelaksana, serta seluruh peserta Rapimnas yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya selaku ketua umum untuk mempersiapkannya pemenangan Pemilu 2019 melalui Bapilu.

"Saya akan mempersiapkannya dengan baik, sekaligus akan melakukan konsultasi dengan Presiden Joko Widodo sebagai calon presiden dari Partai Golkar," katanya.

Menurut Novanto, hubungan dan kerjasama yang harmonis antara Partai Golkar dengan calon presiden yang diusungnya akan sangat menentukan keberhasilan dalam pemilu.

Sumber : Antara