Senin , 20 Maret 2017, 18:27 WIB
Pilkada DKI

Komnas HAM: Jangan Ada Kriminalisasi di Pilkada DKI

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Bilal Ramadhan
Republika/Musiron
Anggota Komnas HAM Maneger Nasution.
Anggota Komnas HAM Maneger Nasution.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komnas HAM menyerukan setiap kubu dalam pilkada DKI Jakarta untuk sportif. Komisioner Komnas HAM, Manager Nasution mengatakan sebaiknya pilkada ini tidak dikotori oleh kriminalisasi.

"Sebaiknya ya ajukan gagasan, ajukan program, jangan ada pihak yang mencari-cari kesalahan," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Senin (20/3).

Menurutnya, Komnas HAM sudah menyerukan agar pilkada DKI Jakarta ini bermartabat. Jangan sampai ajang festival demokrasi ini jadi ajang kriminalisasi. Manager mengatakan pilkada Jakarta adalah barometer dan miniatur Indonesia.

Dari semua wilayah Indonesia, hanya Jakarta yang masuk putaran dua dan jadi sorotan. Sehingga semua yang terjadi saat ini di Jakarta jadi cerminan. "Ini sangat berpengaruh bagi wilayah lain," kata dia.

Ia sangat berharap pilkada Jakarta bisa berjalan dengan adil, demokratis, jujur, adil, dan masing-masing calon menunjukkan sikap bermartabat. Manager juga mendesak agar penyelenggara bersikap profesional dan jujur.

"Tidak boleh ada mobilisasi bagi aparat negara, PNS, polisi, militer, dan lainnya, ini melanggar HAM," katanya. Lebih lanjut, Komnas HAM siap untuk mengawal dan memantau proses terjaminnya HAM di pemilu ini.