Sabtu , 05 November 2016, 07:29 WIB

Buni Yani Minta Pendukung Ahok Hentikan Provokasi

Red: Teguh Firmansyah
Akun Facebook Buni Yani, pengunggah video dugaan pelecehan Alquran oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok).
Akun Facebook Buni Yani, pengunggah video dugaan pelecehan Alquran oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Buni Yani, pengunggah video Ahok soal surah Al Maidah 51, meminta agar pendukung gubernur pejawat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak terus memanasi suasana. Ia menilai, provokasi itu hanya akan memperburuk kondisi.

"Buat kawan-kawan pendukung Ahok yang terus memanasi suasana agar saya diproses secara hukum, tolong provokasi kalian dihentikan. Yang kalian lakukan ikut memperburuk kondisi. Ini bukan kata saya, tapi kata orang lain," ujar Buni Yani lewat lamaman Facebook-nya, Sabtu (5/11).

Sejak ia dilaporkan ke polisi sebulan lalu, Buni Yani mengaku dukungan berdatangan tak henti-henti. Ini karena ia dianggap tak bersalah. Justru mereka menganggap apa yang ia lakukan bagian dari tugas sesama warga negara untuk saling mengingatkan.

"Warga yang mengenal wajah saya ke mana saja saya pergi, tidak di masjid, tidak di kantor polisi, tempat demo maupun tempat lainnya, mereka minta foto bersama sebagai bentuk dukungan. Rasa-rasanya data etnografis di lapangan ini kiranya cukup akurat untuk bisa mempercayai info di atas," ujarnya.

Baca juga, Aa Gym: Sayang Sekali, Jokowi tak Mau Temui Rakyatnya yang Terluka.

Itu sebabnya, ia mengimbau kepada semua untuk mendinginkan suasana. Berhenti melakukan provokasi, mem-bully, mengarahkan opini publik dengan berita fitnah dan pelintir, dan bentuk-bentuk lainnya.

"Petisi agar saya segera ditangkap tak akan membantu, justru semakin menyiramkan bensin ke tengah api yang sedang berkobar," tuturnya.

Buni Yani pun mengaku memiliki info yang sangat buruk terkait intensifnya serangan ke ia dalam seminggu terakhir. Namun mahasiswa jebolan Universitas Ohio itu tahu dampaknya akan sangat buruk jika dibuka.

"Jadi, dari hati yang paling dalam, sebagai sesama warga negara, mari berhenti saling adu domba dan memanasi kalau kita sama-sama mencintai bangsa ini," ujarnya.