Kamis , 23 Oktober 2014, 07:41 WIB
Kabinet Jokowi

'Lucu, Jokowi-JK Bersih, tapi Menteri-menterinya...'

Red: Citra Listya Rini
Joko Widodo (Presiden RI)
Joko Widodo (Presiden RI)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA  --  Ketua Pusaka Trisakti Rian Andi Soemarno mengatakan idealnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendengarkan saran dan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dengan kandidat menteri-menteri yang akan duduk dalam pemerintahannya.

"Idealnya Pak Jokowi-JK mendengarkan saran dan rekomendasi KPK, karena beliau yang punya inisiatif minta saran KPK untuk melihat rekam jejak calon menteri-menterinya. Hal ini sejak awal juga telah mendapat respon positif dari publik," kata Ketua Pusaka Trisakti Rian Andi Soemarno di Jakarta, Kamis (23/10).

Rian mengatakan sudah sepatutnya rekam jejak calon pejabat publik diketahui masyarakat karena anggaran operasional pejabat publik dibiayai dari pajak rakyat.

"Lucu kan Jokowi-JK yang sudah dipersepsikan publik sebagai figur yang bersih, tapi menteri-menterinya malah menjadi liabilities bukan menambah asset kepemimpinannya," ujarnya.

Dikatakannya jika ada menteri yang bermasalah dikhawatirkan akan menganggu jalannya pemerintahan dan ekpektasi luar biasa publik dapat berubah menjadi pesimisme kalau tidak diolah dengan baik.

Presiden Jokowi sebelumnya dijadwalkan mengumumkan susunan kabinet di Tanjung Priok pada Rabu (22/10) malam namun akhirnya dibatalkan. Jokowi minta pandangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menilai calon menteri-menterinya.

Sumber : Antara