Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Kecurigaan Terhadap Pelaksanaan Pemilu Turunkan Partisipasi'

Wednesday, 02 October 2013, 19:45 WIB
Komentar : 0
Republika/Adhi Wicaksono
Sejumlah perwakilan parpol peserta Pemilu 2014 memeriksa dan menandatangani lembar Daftar Calon Tetap (DCT).
Sejumlah perwakilan parpol peserta Pemilu 2014 memeriksa dan menandatangani lembar Daftar Calon Tetap (DCT).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kecurigaan masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang  apopulis dikhawatirkan berpotensi mengurangi tingkat partisipasi dalam pemilu. Alasannya, kebijakan seperti kerja sama dengan lembaga asing, atau lembaga yang rawan dimanfaatkan penguasa rentan menimbulkan kecurigaan terhadap penyelenggara pemilu.

"Terutama bila kebijakan itu terkait kepada inti pemilu yaitu tentang keamanan data dan independensi penyelenggara. Itu sangat berpengaruh pada partisipasi masyarakat terhadap pemilu," kata Deputi Direktur Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, di Jakarta, Rabu (2/10).

Masykurudin menilai, penyelenggara pemilu perlu mengevaluasi semua langkah yang telah mereka ambil. Masalahnya, kebijakan yang tidak populer bisa memicu ketidakpercayaan terhadap pelaksana dan pelaksanaan pemilu. Sehingga partisipasi turun, padahal partisipasi pemilu di Indonesiaa sudah rendah.

Pada dasarnya, lanjut Masykurudin, pemilu harus diketahui secara luas tidak hanya oleh penyelenggara saja. Tetapi juga masyarakat pemilih. Kepastian keterbukaan tersebut penting untuk saling menjaga bahwa proses pelaksanaan berjalan sesuai dengan kehendak semua.

"Semakin terbuka proses penyelenggaraannya maka akan semakin meningkatkan rasa memiliki terhadap pemilu. Peningkatan rasa kepemilikan secara otomatis akan meningkatkan partisipasi dalam pemilu," ujarnya.

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
AS dan Dunia Islam Jalin Kerja Sama Lewat Keberagaman
JAKARTA -- Menjalin sebuah kerjasama dengan dunia islam menjadi tugas penting Shaarik H Zhafar sebagai utusan khusus Menteri luar negeri Amerika Serikat untuk...

Berita Lainnya

KPU: Kekhawatiran Soal Lemsaneg Berlebihan