Rabu, 26 Ramadhan 1435 / 23 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

KPU: Hasil Hitung Cepat PIlgub Riau Membingungkan

Senin, 09 September 2013, 20:06 WIB
Komentar : 0
IST
Pilkada (ilustrasi)
Pilkada (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,PEKANBARU--Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi Riau menyatakan, hasil hitung cepat (quick count) masing-masing tim pemenangan kandidat di pemilihan gubernur setempat,membingungkan dan tidak mencerminkan tolak ukur kualitas.

"Sebagai penyelenggara kami memang berupaya agar pelaksanaan Pilkada Riau berjalan dan berakhir dengan berkualitas," kata Ketua KPU Riau Tengku Edy Sabli kepada Antara di Pekanbaru, Senin.

Menurut Sabli, berkualitas artinya adalah bersih dari berbagai macam persoalan yang dapat mengacaukan pelaksanaan Pilkada Riau.

"Tentang Hasil hitung cepat yang membingungkan karena masing-masing tim pemenangan mengunggulkan calon gubernur dan wakil gubernurnya, sejauh ini belum berpengaruh atau berdampak terjadinya kekacauan," katanya.

Dalam pertarungan memperebutkan "kursi" Rusli Zainal ini yang telah dilaksanakan pada 4 September 2013 lalu, KPU setempat sebelumnya telah menetapkan sebanyak lima pasang kandidat.

Mereka adalah Herman Abdullah berpasangan dengan Agus Widayat nomor urut 1; Anas Maamun dengan Arsyadjuliandi Rachman (nomor urut 2); Lukman Edy-Suryadi Khusaini (nomor urut 3), Achmad-Masrul Kasmy (nomor urut 4); dan Jon Erizal-Mambang Mit (nomor urut 5).

Kelima pasang calon gubernur dan wakil gubenur tersebut melakukan perhitungan cepat hasil pemungutan suara di seluruh TPS yang ada di kabupaten dan kota se-Riau dengan memanfaatkan saksi-saksi utusan masing-masing partai.

Untuk diketahui, pada pemilihan Gubernur Riau kali ini, KPU menetapkan ada sebanyak 11.669 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di sebanyak12 kabupaten dan kota di Riau. "Yang membingungkan, semua hasil surveinya tidak ada yang sama. Masing-masing mengklaim unggul," kata Aryansah, seorang warga.

Semisal hitungan cepat yang dilakukan tim pemenangan pasangan Herman Abdullah-Agus Widayat menggunakan metoda "real count" mencatat, dari 2.183.452 suara, 30,63 persennya diklaim milik pasangan ini.

Sementara pasangan nomor urut 2 hanya memperoleh suara sebanyak 24,49 persen, Lukman Edy - Suryadi (12,57 persen), Achmad - Masrul (17,93 persen), dan pasangan Jon Erizal - Mambang Mit (15,65 persen).

Kemudian untuk hitungan cepat sementara versi tim pemenangan Anas Maamun Arsyadjuliandi Rachman mencatat keunggulan untuk pasangan dari Partai Golkar tersebut.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Rekapitulasi Akhir KPU Berjalan Aman
JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil akhir rekapitulasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, Selasa (22/7) di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng,...

Berita Lainnya

Pramono Edhie Siap Bersaing Dengan Jokowi

Aturan Dana Kampanye Bisa Gugurkan Kesertaan Partai-Caleg