Sabtu, 27 Syawwal 1435 / 23 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pengamat: Ginanjar Berpeluang Dampingi Jokowi di Pilpres 2014

Minggu, 07 Juli 2013, 14:15 WIB
Komentar : 1
Antara
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA --  Popularitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden (capres) kian moncer.

Nama Jokowi selalu menempati posisi pertama dalam survei yang digelar sejumlah lembaga. Direktur Eksekutif Intrans Saiful Haq, memprediksi mantan wali kota Solo itu hampir pasti bakal menang jika PDIP mengusungnya pada Pilpres 2014.

"Jika kita kunci asumsi bahwa Jokowi adalah capres yang sudah tak terkalahkan, maka diskusinya tinggal siapa yang paling pantas mendampinginya," ungkap Saiful, Ahad (7/7).

Saiful menuturkan untuk menentukan figur yang akan mendampingi Jokowi,  harus ditentukan terlebih dahulu formula  yang diinginkan. Menurutnya, jika disimulasikan, yang paling ideal ada dua komposisi capres-cawapres

"Yaitu, pasangan muda-muda dan pasangan muda-tua," tutur Saiful. 

Menurut Saiful, jika  PDIP berkoalisi dengan Demokrat, maka formula yang ideal adalah pasangan muda-muda. Namun, jika PDIP berkoalisi dengan Golkar, maka pasangan yang ideal adalah  muda-tua.

Saiful mengungkapkan PDIP-Demokrat kalau berkoalisi akan mengusung tokoh muda, karena menurutnya, partai penguasa itu akan mendorong Gita Wirjawan karena diyakini akan memenangi konkonvensi.

Sementara kalau Jokowi ingin disandingkan dengan tokoh tua, Golkar cukup banyak memiliki stock. Salah satunya adalah Ginandjar Kartasasmita.

"Artinya nama Ginandjar masuk dalam skenario PDIP berkoalisi dengan Golkar. Karena tanpa Golkar sangat berisiko PDIP memajukan capres dan cawapres sendiri. Ginandjar punya peluang besar membawa koalisi PDIP-Golkar dengan catatan, Ginandjar bisa merebut pimpinan Golkar pada Rapimnas 2015," paparnya.

Hal itu disampaikan Saiful terkait wacana sebaiknya PDIP berkoalisi dengan Partai Golkar, kalau partai banteng itu tidak berhasil menjalin komunikasi dengan Demokrat dan Gerindra. Tapi bukan Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal saat ini, melainkan Golkar pasca-Munas 2015.

Karena itu, seperti disampaikan Board of Advisor CSIS Jeffrie Geovanie, PDIP, yang diyakini mendukung Joko Widodo, menggaet tokoh Golkar sebagai calon wakil presiden. Supaya ada alasan mengambil alih Golkar pada Munas 2015 dan setelah itu memperkuat pemerintahan.

Sejalan dengan itu, peneliti Maarif Institute Endang Tirtana, menilai Ginandjar Kartasasmita merupakan tokoh Golkar yang cocok mendampingi Jokowi. Karena Ginandjar merupakan sosok yang komplet, militer, birokrat, teknokrat, akademisi. 

Menurut Endang, duet Jokowi-Ginandjar ini seperti pasangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dengan tokoh senior Joe Biden.

Redaktur : Heri Ruslan
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Manfaat Antioksidan dan Antidepresan pada Coklat
WASHINGTON -- Banyak ahli gizi memperingatkan bahwa tingginya kandungan gula dalam coklat bisa mengakibatkan gangguan kesehatan. Tapi sejumlah dokter menunjukkan adanya manfaat dari...