Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Partai Demokrat Tolak Kudeta

Kamis, 21 Maret 2013, 20:19 WIB
Komentar : 0
Republika/ Tahta Aidilla
Edhie Baskoro Yudhoyono (ibas)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrat menanggapi serius isu bakal terjadi demonstrasi besar-besaran Senin (25/3) mendatang.

Partai berlambang bintang Mercy itu berpendapat isu itu bakal diarahkan pada penggulingan pemerintahan Presiden SBY.

"Kami menolak isu kudeta melalui cara-cara yang tidak konstitusional karena tidak ada alasan untuk melakukan itu," kata Sekretaris Jendral Partai Demokrat, Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas), di Kantor DPP Demokrat, Jalan Kramat Raya Jakarta, Jakarta, Kamis (21/3).

Ibas berpendapat Partai Demokrat tentu saja menjunjung tinggi dan menghargai proses demokrasi dan hak-hak menyatakan pendapat. Namun jika kebebasan berekspresi dalam suasana demokratis dilakukan dengan cara inkonstitusional, secara tegas Demokrat menolaknya.

Apalagi rencana kudeta yang tidak masuk akal. Karena, kenyataannya tidak ada alasan untuk menggulingkan pemerintah resmi saat ini.

Putra bungsu Presiden SBY itu menyatakan pemerintah saat ini disebutnya mengalami banyak perubahan yang positif dalam segala bidang. Di tengah ekonomi Indonesia yang terus berkembang, kondisi politik dan keamanan juga terus membaik. Program-program pro rakyat juga terus digulirkan. Bahkan, lanjut Ibas, pertumbuhan ekonomi Indonesia menempati urutan kedua setelah Tiongkok.

"Isu kudeta tidak mempunyai landasan yang kuat dan rasional," sebut Ibas.

Menanggapi isu demonstrasi mengarah kudeta itu, Ibas menyebut Partai Demokrat justru mengajak semua elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjadi bagian dari perubahan positif bagi pembangunan Indonesia. Ayah satu anak itu juga mengimbau pada semua kompetitor Demokrat, berkompetisi secara konstitusional dalam proses demokrasi melalui Pemilu 2014.

Sebelumnya, ramai beredar isu akan terjadi demo besar-besaran pada 25 Maret nanti. Demo itu akan dikonsentrasikan menuju Istana Negara untuk memaksa SBY turun dari kursi kepemimpinannya.

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : Karta Raharja Ucu
616 reads
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Anas Diundang Hadiri KLB Demokrat

Ini Syarat Jadi Ketum Partai Demokrat

Adnan Buyung: Saya Usul Pemilu Dipercepat