Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pembentukan Pengadilan HAM Adhoc Diduga Bertendensi Politis

Kamis, 21 Maret 2013, 15:52 WIB
Komentar : 0
Pengadilan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra, menilai pemerintah lamban merespons rekomendasi DPR membentuk pengadilan HAM adhoc. Dia menengarai ada tendensi politis dari rencana pemerintah membentuk pengadilan HAM di akhir masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Menurut saya SBY ini sangat telat. Pengadilan HAM sudah diamanatkan sejak 2009," kata anggota Komisi III DPR ini di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3).

Indra mengatakan, wacana membentuk pengadilan HAM jelang pemilu patut dipertanyakan. Sebab, menurutnya, bukan tak mungkin hal ini dilakukan untuk menjegal salah satu calon presiden dari kalangan militer. "Apakah ini bagian dari posisi tawar untuk 2014, atau untuk menjegal salah satu capres. Ini salah satu hal yang harus dicermati," ujarnya.

Pemerintah mestinya menegakkan hukum tanpa tendensi politik. Hukum harus berdiri mandiri dan terbebas dari berbagai kepentingan. "Momentum yang berdekatan pemilu yang menjadikan kontroversi dari wacana ini," katanya.

Pada prinsipnya PKS sepakat dengan pembentukan pengadilan HAM adhoc. Menurut Indra, pengadilan HAM adhoc akan memberikan jawaban atas pertanyaan para korban dan keluarga korban kekerasan HAM tentang keadilan di republik ini. Pemerintah harus benar-benar merealisasikan. "Prinsipnya, kami mendukung, namun mempertanyakan kenapa baru sekarang wacana ini muncul," ujarnya.

Reporter : M Akbar Wijaya
Redaktur : Dewi Mardiani
928 reads
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Sutiyoso: Kalau Bisa, PKPI Dapat Nomor Pemilu Sore Ini

Kalah Digugat PKPI, Ini Komentar KPU

KPU Dinyatakan Langgar Hukum