Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Orang Miskin Sulit Jadi Pejabat

Kamis, 21 Maret 2013, 14:44 WIB
Komentar : 0
Republika/ Tahta Aidilla
Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi II DPR RI Nu'man Abdul Hakim mengatakan demokrasi di Indonesia sudah ke arah ultra kanan, menyimpang dari induknya di Amerika. Demokrasi sudah terlalu berlebihan.

Menurut Nu'man, belum waktunya Indonesia menggunakan demokrasi pemilihan secara langsung. Sebab masyarakatnya masih banyak yang miskin dan butuh uang. 

"Orang miskin sekarang bukan hanya tidak bisa masuk rumah sakit, mereka juga tidak akan pernah jadi pejabat seperti kepala daerah," kata Nu'man ketika dijumpai di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, (21/3).

Pemilih yang tidak sejahtera, ujar Nu'man, hanya akan memilih calon kepala daerah yang memberikan uang paling banyak. "Orang yang pandai memang memilih berdasarkan visi, namun tukang becak yang butuh uang akan memilih kepala daerah berdasarkan uang," ujarnya.

Bahkan dengan pemilihan kepala daerah secara langsung, terang Nu'man, terdapat kepala daerah yang menang pemilihan padahal orangnya berada di penjara. 

Nu'man menegaskan hal tersebut terjadi lantaran kesalahan partai yang mengusungnya. Sebab partai tidak melakukan rekruitmen secara baik, hanya orang yang punya uang dilirik partai.

Ini semua, kata Nu'man, terjadi karena terlalu mendewakan demokrasi ultramodern yang justru menjadi kapitalisasi liberalisasi politik. "Semua sudah tersesat  dan ini saat yang tepat untuk menghentikannya," katanya.

Reporter : Dyah Ratna Meta Novia
Redaktur : Citra Listya Rini
988 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Hanura: Pengadilan HAM Tak Akan Mengganjal Wiranto