Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Lukman Hakim Desak TNI-Polri Jelaskan Isu Kudeta

Kamis, 21 Maret 2013, 10:56 WIB
Komentar : 0
Ketua DPP PPP, Lukman Hakim Saefuddin

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mendesak aparat keamanan khususnya TNI dan Polri secepatnya merespon dan memberikan penjelasan secara terbuka atas isu adanya kudeta agar tidak meresahkan masyarakat.

"Isu akan adanya kudeta yang muncul belakangan ini harus secepatnya direspons TNI dan Polri. Rakyat harus diberi penjelasan resmi dari negara tentang hal itu agar tidak semakin menimbulkan keresahan di tengah publik," kata Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Kamis.

Menurut Lukman hal itu harus segera dijelaskan secara gamblang kepada masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan.

Menurut Lukman, kudeta terhadap pemerintahan yang sah itu hanya bisa dilakukan oleh gerakan kekuatan rakyat yang massif (people power) atau gerakan kekuatan bersenjata.
"Saya tak melihat adanya kekuatan rakyat yang begitu besar dan menyeluruh yang akan menggulingkan pemerintahan ini," kata Lukman.

Menurut Lukman kalaupun ada satu-dua kalangan di masyarakat yang merasa tidak puas dan berdemonstrasi mengkritik keras, hal itu biasa di era demokrasi saat ini. Namun tambahnya tanpa dukungan mayoritas rakyat, aksi-aksi seperti itu takkan akibatkan kudeta.

"Tinggal kini, apakah TNI dan Polri sebagai kekuatan bersenjata akan lakukan kudeta ?. Tapi saya haqqul-yakin 1000 persen bahwa hal itu amat tak mungkin," kata Lukman.

Meskipun demikian masyarakat luas perlu diyakinkan. Kalau masyarakat umumnya tak merasa adanya gerakan people-power, maka berkembangnya isu-isu terkait kudeta akan kian menimbulkan dugaan spekulatif bahwa hal itu datangnya dari kekuatan bersenjata.

"Petinggi TNI dan Polri harus secepatnya memberikan klarifikasi akan ketidakbenaran spekulasi seperti itu," katanya.

Dugaan-dugaan tak berdasar di tengah masyarakat menyangkut isu kudeta harus cepat disikapi oleh kedua alat negara bersenjata itu.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
3.122 reads
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

PKPI Berharap Menang di PTTUN