Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

PAN Gelar Psikotes 800 Bakal Caleg

Rabu, 20 Maret 2013, 19:57 WIB
Komentar : 0
Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Teguh Juwarno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang penyerahan daftar caleg sementara (DCS) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Amanat Nasional (PAN) bergerak cepat mengantisipasi hal itu. Untuk mendapat daftar caleg berkualitas, PAN sedikitnya menggelar psikotes yang diikuti 800 bakal caleg.

Tes psikologi itu wajib diikuti sebagai syarat menjadi caleg PAN yang diusung di Pemilu 2014. Karena tidak menganut sistem diskriminatif, anggota DPR Eko Patrio pun ikut menjalani psikotes bersama bakal caleg, seperti Desy Ratnasari, Yayuk Basuki, dan Henky Kurniawan.

Ketua Harian Komite Pemenangan Pemilu Nasional PAN, Putra Jaya, mengatakan dari 800 orang itu akan dipilih sebanyak 560 orang untuk dimasukan ke dalam DCS. Ia mengungkap, tadinya 900 orang yang daftar, tapi yang masuk 800 orang. "Mereka yang nanti dipilih 560 sesuai dengan jumlah kursi di Senayan,” katanya dalam siaran pers, Rabu (20/3).

Sekretaris Fraksi PAN DPR, Teguh Juwarno, mengatakan psikotes dimaksudkan untuk melihat tingkat kompetensi dan kepribadian para calon legislator. Sehingga, kata dia, diharapkan tokoh yang diusung PAN, nantinya dalam Pemilu 2014 mendatang benar-benar caleg yang berkualitas.

Teguh melanjutkan, setelah ini, partainya juga menggelar tes urine agar caleg PAN bebas narkoba. Para caleg PAN juga wajib menandatangani pakta integritas tidak akan bertindak melanggar hukum jika terpilih menjadi wakil rakyat. “Kita bertekad mempersiapkan bakal caleg yang jauh lebih serius, sehingga caleg yang ditawarkan ke publik memiliki integritas dan mumpuni,” katanya.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Dewi Mardiani
853 reads
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Lagi, Rhoma Irama Dapat Dukungan Jadi Capres

Gita Wirjawan: Sekalipun Diminta SBY Jadi Ketum Demokrat, Saya...