Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ruang Setya Novanto Digeledah, Golkar Minta KPK Tak Politis

Rabu, 20 Maret 2013, 13:04 WIB
Komentar : 0
antara
Bambang Soesatyo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Golkar tidak mempermasalahkan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruangan kerja ketua fraksi Setya Novanto dan anggota Komisi X Kahar Muzakir, Selasa (19/3). Selama KPK melakukannya sesuai dengan prosedur tetap yang mengatur mekanisme kerja lembaga penegak hukum tersebut.

"Sejauh untuk kepentingan hukum, kami ikuti. Lagipula mereka menggeledah, berdasarkan info dari juru bicara KPK, untuk menelusuri jejak Pak Rusli Zainal. Karena beliau pernah datang ke ruangan Pak Setya," kata anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/3).

Golkar, lanjut Bambang, yakin penggeledahan yang dilakukan KPK bukan untuk mencari kesalahan kedua politisi tersebut. Melainkan hanya untuk menelusuri jejak Ketua DPP Partai Golkar Rusli Zainal yang kini berstatus sebagai tersangka di KPK. Gubernur Riau itu tersangkut kasus dugaan suap Revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6/2010 tentang Penambahan Biaya Arena Menembak PON Riau.

Sebagai warga negara taat hukum, jelas Bambang, tentunya Golkar tidak boleh melakukan perlawanan dan pembangkangan terhadap hukum. Asalkan KPK dalam menjalankan tugasnya tetap berada pada jalur yang diatur. Bukan didasari variabel-variabel lainnya, apalagi kepentingan politik.

Sebelumnya, Setya Novanto dan Kahar Muzakir sebelumnya sudah diperiksa sebagai saksi oleh KPK terkait dugaan suap pembahasan perubahan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Dana Pengikatan Tahun Jamak untuk pembangunan venue PON 2012. Suap itu terbongkar saat KPK mencokok tujuh anggota DPRD Riau bersama uang suap Rp 900 juta pada 3 April 2012. Hingga saat ini, baik Setya maupun Kahar belum bisa dikonfirmasi soal penggeledahan KPK.

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : Mansyur Faqih
1.257 reads
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Parpol Diminta Tak Asal 'Comot' Caleg