REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pakar psikologi Islami Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Fuad Nashori berpendapat partai politik perlu melakukan psikotes atau tes psikologis para calon anggota legislatif dalam proses rekrutmen.
"Tes itu akan membantu partai politik mendapatkan orang dengan kualifikasi baik, yang tidak hanya cerdas, memiliki jiwa kepememimpinan, mempunyai komunikasi publik yang bagus, tetapi juga bermoral dan siap menjadi anggota legislatif," katanya di Yogyakarta, Rabu (20/3).
Menurut Fuad, menjelang Pemilu 2014 parpol yang telah lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai bergerak merekrut calon anggota legislatif (caleg). KPU memulai proses itu pada April, dan akan ditetapkan pada Agustus 2013.
"Namun, saat ini parpol sudah bergerilya mencari bakal caleg dengan membuka pendaftaran bagi semua kalangan," kata dosen Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia (UII) ini.
Dikatakannya, catatan buruk anggota legislatif dari sejumlah parpol yang bertindak amoral seperti korupsi, asusila, dan tindakan lainnya, memunculkan opini parpol perlu memperbaiki sistem rekrutmennya.
"Parpol perlu memasukkan komponen tes psikologis selain tes wawasan, nalar, fisik, dan medis dalam proses rekrutmen caleg. Penyertaan psikotes untuk menguji psikologis caleg penting dilakukan dan merupakan sebuah kemajuan," katanya.