Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ruhut: Calonkan SBY Ketua Umum Rendahkan Martabat Presiden

Selasa, 19 Maret 2013, 11:39 WIB
Komentar : 0
Republika/Adhi Wicaksono
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Politisi Demokrat, Ruhut Sitompul menanggapi sinis wacana pencalonan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi ketua umum Partai Demokrat. Ruhut menuding wacana itu sengaja dilontarkan untuk menurunkan wibawa SBY.

"Yang Namanya Gede Pasek kebangetan mau cari muka minta SBY jadi ketum," kata Ruhut kepada wartawan di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3).

Ruhut mengatakan pernyataan Pasek agar SBY dijadikan ketum membuktikan kepanikan loyalis Anas. Dia menilai wacana menjadikan SBY ketua umum Demokrat sebagai upaya merendahkan martabat presiden. "Janganlah menurunkan martabat derajat Pak SBY. Dia itu sudah milik rakyat. Dia kan presiden," ujarnya.

Ruhut juga menuding wacana pencalonan Ani Yudhoyono dan Toto Riyanto menjadi ketua umum Demokrat sebagai upaya loyalis Anas mengganjal jagoan yang dia usung. "Itus strategi mereka karena saya menjagokan Pak Pramono Edhie," katanya.

Menurut Ruhut, Pramono figur yang paling pas memimpin Demokrat. Pasalnya, Pramono adalah sosok baru yang belum terkontaminasi politik elite Demokrat. "Pramono Edhie kan KSAD dan sosok baru. Pramono Edhie tidak termasuk orang yang sempat keracunan," katanya.

Terkait wacana pencalonan Marzuki Alie, Ruhut menilai Marzuki kurang pas menjadi ketua umum. Pasalnya Marzuki pernah kalah dalam kongres luar biasa Demokrat 2010. "Kalau terpilih nanti apakah orangnya Anas tidak sakit hati," ujarnya.

Reporter : m akbar wijaya
Redaktur : Taufik Rachman
1.479 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...