Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ani Yudhoyono Diminta Tak Jadi Calon Ketum Demokrat

Selasa, 19 Maret 2013, 00:08 WIB
Komentar : 0
Tahta Aidilla/Republika
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Leimena Suharli (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ani Yudhoyono dianggap lebih pantas menjadi calon presiden pada pemilu 2014 ketimbang calon ketua umum Partai Demokrat. Apalagi, nama ibu negara itu sempat disebut sebagai capres dan mendapat respon positif. Sementara ketua umum Demokrat hasil kongres luar biasa (KLB) tak bisa menjadi capres. 

"Saya lebih setuju Ibu Ani maju sebagai calon presiden pada pemilu presiden dan wakil presiden 2014. Daripada maju sebagai calon ketua umum pada forum KLB," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Leimena Suharly di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/3).

Ia pun mengusulkan kepada ketua majelis tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tidak mengusung Ani sebagai calon ketua umum. Meski pun ia mengusulkan agar cara aklamasi dapat disepakati oleh seluruh peserta kongres. Jika pemilihan ketua umum dilakukan secara terbuka dan dipilih melalui mekanisme voting, maka akan terjadi kontestasi terbuka sehingga mungkin saja terjadi polemik opini.

 

Tujuannya agar elektabilitas partai naik. Karena, jika muncul polemik lagi maka akan sulit untuk meningkatkan elektabilitas yang telah merosot tajam. "Figur yang terpilih sebagai ketua umum, siapa pun dia, maka harus rela meninggalkan jabatan lamanya untuk berkonsentrasi memimpin partai," katanya.

 

Redaktur : Mansyur Faqih
Sumber : Antara
3.695 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Lolos Pemilu, Ketua PBB Kepri Batal Pindah ke Golkar