Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Majelis Tinggi Bakal Kontrol Penuh KLB

Senin, 18 Maret 2013, 21:43 WIB
Komentar : 0
Antara/Yudhi Mahatma
Max Sopacua

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Tinggi Partai Demokrat akan mengontrol penuh pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat akhir Maret nanti. Kontrol Majelis Tinggi menyangkut tata aturan kongres hingga nama-nama calon ketua umum yang akan dipilih peserta kongres.

"KLB nanti tidak akan terlepas dari kontrol Majelis Tinggi," kata anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua kepada wartawan di kompleks MPR/ DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/3).

Max mengatakan kontrol Majelis Tinggi akan ada dipimpin langsung Susilo Bambang Yudhoyono selaku ketua. Max menolak jika besarnya kontrol Majelis Tinggi di KLB sebagai bentuk keotoriteran Majelis Tinggi.

Menurutnya kontrol Majelis Tinggi hal wajar mengingat pemilihan ketua umum di KLB nanti berbeda dengan biasanya. "KLB ini ada special case. Kita akan melihat mana yang paling urgen," katanya.

Kontrol Majelis Tinggi diharapkan mampu membawa hasil permufakatan terbaik di antara peserta kongres. Tanpa hal itu bukan tak mungkin KLB berlangsung liar dan menciptakan hal yang tidak diinginkan. "Jangan sampai ada usulan dari luar yang memaksa kita mengambil keputusan," ujarnya.

Max mengaku sampai saat ini Majelis Tinggi Partai Demokrat belum mengantongi satu pun nama calon ketua umum. Atas sejumlah nama yang beredar di media massa, Max menyatakan itu tidak berasal dari keputusan resmi Majelis Tinggi. "Belum ada nama yang masuk. Itu wartawan saja yang menulis," katanya.

Menurut Max semua nama calon ketua umum Partai Demokrat yang terdaftar akan terlebih dahulu diverifikasi Majelis Tinggi. Dia tidak mau ambil peduli dengan tindakan sejumlah kader Demokrat yang telah mendeklarasikan diri siap menjadi calon ketua umum. "Biarkan saja mereka maju. Kita tidak pusing daftar saja mereka belum," ujarnya.

Sampai sejauh ini Max berpandangan pemilihan calon ketua umum bisa dilakukan melalui mekanisme aklamasi. Menurutnya aklamasi bisa menjadi jalan positif guna menghindari proses pemilihan yang berlarut-larut.

"Dalam setiap kongres kita selalu berharap ada aklamasi. Aklamasi demokrasi musyawarah mufakat. Agar tidak berlaut-larut memghasilkan pimpinan. Membangun demokratisasi tidak hanya melihat satu aspek," katanya.

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : Djibril Muhammad
1.046 reads
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Hanura: Lolosnya PBB Jangan Ganggu Tahapan Pemilu

'Tujuh Jenderal Purnawirawan Salah Alamat Adukan Nama Capres ke Presiden'