Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Lolos Pemilu, Ketua PBB Kepri Batal Pindah ke Golkar

Senin, 18 Maret 2013, 23:14 WIB
Komentar : 0
Partai Bulan Bintang

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PINANG -- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang (PBB) Kepulauan Riau, Amat Yani batal pindah ke Partai Golkar setelah Komisi Pemilihan Umum memutuskan PBB menjadi peserta Pemilu 2014 dengan nomor urut 14.

"Memang sebelumnya ada pinangan dari Golkar, sekarang tidak mungkin lagi, karena Alhamdulillah KPU memutuskan PBB menjadi peserta Pemilu 2014," kata Amat Yani dengan nada senang saat dihubungi dari Tanjungpinang, Senin.

Amat Yani mengatakan, wajar jika dirinya dan kader PBB lainnya mempersiapkan diri karena partai yang mengantarkan dirinya menjadi Ketua DPRD Kepulauan Anambas tersebut sebelumnya dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh KPU.

"Istilahnya, wajar kami mencari pelampung karena kapal sudah hampir tenggelam. Tidak pun kami yang mencari pelampung, tim SAR tentu akan mengantarkan pelampung buat kami," kata Yani.

Dengan ditetapkannya PBB menjadi peserta Pemilu 2014, Amat menghimbau seluruh kader PBB di Kepri untuk mempersiapkan diri, terutama untuk menjadi calon legislatif DPR RI, DPRD Kepri, dan DPRD kabupaten/kota.

"Seluruh kader diharapkan mempersiapkan diri untuk mengikuti tahapan berikutnya, karena waktu sangat mepet," ujarnya.

Selain itu, Amat juga menghimbau seluruh tokoh masyarakat Kepri yang ingin berjuang melalui PBB bisa mendaftarkan diri untuk mejadi calon legislatif.

"Kami terbuka, bagi para kader dan tokoh-tokoh Kepri diluar partai bisa bergabung dengan PBB untuk sama-sama berjuang," ujarnya.


Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
2.393 reads
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...