Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hidayat: Kata Siapa Capres Partai Islam Kalah Bersaing?

Senin, 18 Maret 2013, 17:44 WIB
Komentar : 0
Republika/Yasin Habibi
Hidayat Nur Wahid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hingga saat ini, partai-partai politik Islam belum menyepakati satupun nama calon presiden untuk diusung bersama dalam Pilpres 2014.

Anehnya, lembaga survei justru sudah memposisikan capres partai Islam kalah bersaing dengan capres partai nasionalis.

Ungkapan rasa heran ini disampaikan Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menanggapi hasil survey dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Dalam survei terakhirnya, LSI menyebutkan, tokoh Islam kalah bersaing dengan tokoh nasionalis dalam Pilpres 2014.

Hidayat menyebut kesimpulan survei tersebut terlalu prematur dan tidak mendidik masyarakat. Sebabnya, saat ini belum satu pun parpol Islam yang mengajukan nama capres dan cawapres untuk diusung bersama.

“Kalah bersaing dengan siapa? Wong partai-partai Islam belum ada yang mengumumkan nama calon presiden dan calon wakilnya kok. Bagaimana sudah bisa disebut kalah?” kata Hidayat di gedung DPR, Jakarta, Senin (18/3/2013).

Hidayat menambahkan, saat ini sejumlah parpol nasionalis sudah menggembar-gemborkan capresnya. Sementara parpol Islam belum satupun yang melakukan hal tersebut.

"Karena itu, terlalu prematur menyebut capres partai Islam kalah bersaing. Selain itu, survei juga selalu menyebutkan dengan asumsi bahwa jika pemilu dilaksanakan pada hari ini. Padahal, pemilu masih tahun depan," tandasnya.

Hidayat juga mencontohkan, pada pertengahan tahun 2003 survei-survei tidak menyebut-nyebut nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpotensi sebagai capres.

"Kenyataannya, pada tahun 2004 malah nama SBY yang berkibar," katanya Hidayat yang juga Ketua Fraksi PKS DPR RI ini.

Bagi Hidayat, nasib partai Islam tidak ditentukan oleh hasil survei. Namun, sebagai komunikasi berdemokrasi dan menyampaikan hasil kajian, sah-sah saja melakukan survei.

Bagi PKS sendiri, lanjutnya, hasil survei itu adalah cambuk untuk bekerja lebih baik.

"PKS tidak pernah merasa khawatir dengan hasil survei," tegasnya.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : siaran pers
3.668 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

KPU Putuskan PBB Jadi Peserta Pemilu 2014

Golkar: PBB Harus Patuhi Jadwal Tahapan Pemilu KPU

Majelis Tinggi Kontrol Penuh KLB