Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Demokrat Terancam KLB Tandingan

Senin, 18 Maret 2013, 16:49 WIB
Komentar : 0
Republika/ Tahta Aidilla
Partai Demokrat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Faksi Cikeas tengah berada dalam situasi dilematis. Mereka kebingungan soal cara yang paling pas dalam menentukan mekanisme pemilihan ketua umum Partai Demokrat di Kongres Luar Biasa (KLB) akhir Maret. Alih-alih ingin menyelamatkan partai, kesalahan mengambil keputusan bisa berujung perpecahan partai.

“Memang dilematis bagi kubu SBY,” kata pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Gungun Heryanto, Senin (18/3).

Gungun menyatakan, Cikeas takut bila mekanisme pemilihan ketua umum berlangsung terbuka akan tercipta letupan-letupan yang membawa kerugian bagi mereka. Di sisi lain, mekanisme pemilihan secara aklmasi dengan figur yang dipaksakan memungkinkan terciptanya resistensi dari pengurus-pengurus di daerah. “DPD dan DPC belum tentu nyaman dengan kondisi pengendalian,” ujar Gungun.

Langkah Majelis Tinggi memaksakan aklamasi bisa memberi kesan KLB hanya sebatas seremoni berkedok demokrasi. Gungun percaya, upaya-upaya pengondisian Majelis Tinggi pra-KLB untuk aklamasi tidak akan berarti banyak bagi upaya menciptakan konsolidasi partai.

Sebaliknya, upaya pengondisian yang mengecewakan mayoritas kader bisa saja menciptakan arus penentangan terhadap organisasi. Dampak terburuk adalah kemungkinan terjadinya KLB tandingan. “Bisa saja menggelar KLB tandingan. Terlebih jika mereka yang dianggap penyimpang disisihkan dari arus utama Demokrat saat ini,” kata Gungun.

Reporter : M Akbar Wijaya
Redaktur : Dewi Mardiani
4.690 reads
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Mahfud MD Mengaku Didekati Tokoh-Tokoh Parpol