Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

PDIP Apresiasi Survei LSI

Senin, 18 Maret 2013, 15:02 WIB
Komentar : 0
ANTARA
Megawati Soekarnoputri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melansir Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden (capres) terpopuler dengan suara 20,7 persen.

Posisi kedua ditempati Aburizal Bakrie yang mengumpulkan suara 20,3 persen, Prabowo Subianto meraih 19,2 persen, Wiranto 8,2 persen, dan Hatta Rajasa hanya mendapat 6,4 persen.

Adapun untuk calon wakil presiden (cawapres), posisi tertinggi ditempati Jokowi dengan suara 35,2 persen, posisi kedua diduduki Jusuf Kalla dengan 21,2 persen, Hatta Rajasa mendapat 17,1 persen, Mahfud MD 15,1 persen, dan Suryadharma Ali 2,9 persen.

Mendapati hasil survei itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo mengaku senang dan mengapresiasinya. Itu lantaran dua kader PDI Perjuangan berada di urutan teratas dalam pilihan masyarakat sebagai capres dan cawapres Pemilu 2014.

“Menempatkan dua anggota partai, Bu Megawati dan Jokowi sebagai capres dan cawapres tertinggi itu masukan sebagai dinamika politik,” katanya di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (18/3).

Menurut Tjahjo, hasil itu tentu bakal menjadi pertimbangan partai untuk mengusung kandidat dalam menghadapi Pemilu 2014. Sebab selain berpatokan hasil survei luar, pihaknya juga mempunyai tim survei internal yang bertugas mencermati setiap kader yang layak dicalonkan.

Karenanya jika memang rakyat berkehendak maka bisa saja Megawati atau malah Jokowi yang diajukan sebagai capres. “Keputusan politik lewat mekanisme partai menunggu momentum tepat.”

Hanya saja, menurut Tjahjo, PDI Perjuangan menghormati pilihan Jokowi yang ingin menyelesaikan masa bakti memimpin Ibu Kota hingga lima tahun ke depan. Berarti Jokowi tidak bisa menjadi capres 2014? “Niat Jokowi ingin diberi kesempatan lima tahun untuk membuktikan," sebut Tjahjo mengakhiri.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Karta Raharja Ucu
2.618 reads
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

MK: Tuduhan Pengacara Rieke-Teten Gaya Lama