REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melansir Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden (capres) terpopuler dengan suara 20,7 persen.
Posisi kedua ditempati Aburizal Bakrie yang mengumpulkan suara 20,3 persen, Prabowo Subianto meraih 19,2 persen, Wiranto 8,2 persen, dan Hatta Rajasa hanya mendapat 6,4 persen.
Adapun untuk calon wakil presiden (cawapres), posisi tertinggi ditempati Jokowi dengan suara 35,2 persen, posisi kedua diduduki Jusuf Kalla dengan 21,2 persen, Hatta Rajasa mendapat 17,1 persen, Mahfud MD 15,1 persen, dan Suryadharma Ali 2,9 persen.
Mendapati hasil survei itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo mengaku senang dan mengapresiasinya. Itu lantaran dua kader PDI Perjuangan berada di urutan teratas dalam pilihan masyarakat sebagai capres dan cawapres Pemilu 2014.
“Menempatkan dua anggota partai, Bu Megawati dan Jokowi sebagai capres dan cawapres tertinggi itu masukan sebagai dinamika politik,” katanya di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (18/3).
Menurut Tjahjo, hasil itu tentu bakal menjadi pertimbangan partai untuk mengusung kandidat dalam menghadapi Pemilu 2014. Sebab selain berpatokan hasil survei luar, pihaknya juga mempunyai tim survei internal yang bertugas mencermati setiap kader yang layak dicalonkan.
Karenanya jika memang rakyat berkehendak maka bisa saja Megawati atau malah Jokowi yang diajukan sebagai capres. “Keputusan politik lewat mekanisme partai menunggu momentum tepat.”
Hanya saja, menurut Tjahjo, PDI Perjuangan menghormati pilihan Jokowi yang ingin menyelesaikan masa bakti memimpin Ibu Kota hingga lima tahun ke depan. Berarti Jokowi tidak bisa menjadi capres 2014? “Niat Jokowi ingin diberi kesempatan lima tahun untuk membuktikan," sebut Tjahjo mengakhiri.