Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

MK: Tuduhan Pengacara Rieke-Teten Gaya Lama

Senin, 18 Maret 2013, 14:03 WIB
Komentar : 0
Hakim Konstitusi M Akil Mochtar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahkamah Konstitusi mengingatkan tim kuasa hukum Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki yang sedang mengajukan gugatan ke MK. Khususnya, mengenai administrasi soal gugatan tersebut.

Ketua Majelis Hakim Konstitusi Akil Mochtar pun meminta agar pihak penggugat bisa membuktikan pernyataan adanya ketidaknetralan Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat pada Pemilukada. 

Terkait tudingan terjadi kampanye hitam besar-besar yang diucapkan kuasa hukum pasangan Paten, Arteria Dahlan, Akil menyebut tuduhan itu tidak konkret.

“Tudingan black campaign itu gaya lama. Dalil itu mudah, tapi pembuktiannya yang susah,” kata Akil di gedung MK, Jakarta, Senin (18/3).

Pasangan Paten menggugat hasil Pemilukada Jabar yang memenangkan pasangan Aher-Deddy yang diusung PKS dengan raihan 6,5 juta suara. Sementara, Rieke-Teten yang diusung PDI Perjuangan mendapat 5,7 juta suara.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
22.142 reads
Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim(QS Ali Imran 3)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Pengacara Aher-Demiz: Tudingan Itu Omong Kosong

Tudingan untuk Aher-Demiz Bergema di MK

Rieke: KPU Jabar Harusnya Netral