Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Elektabilitas Jokowi Naik, PDIP Cuek

Senin, 18 Maret 2013, 13:23 WIB
Komentar : 0
Antara/Haryo Setyaki
Jokowi dan Megawati

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingginya elektabilitas Joko Widodo sebagai calon presiden tidak dihiraukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Ketua DPP PDIP Tb Hasannudin menjelaskan, PDIP tidak menjadikan survei sebagai sumber pengambilan kebijakan. "Kita tidak mau menghiraukan hasil survei itu,"katanya di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/3).

Hasanuddin mengatakan, tingginya elektabilitas Jokowi tidak perlu membuat risau kader PDI Perjuangan. Dalam era demokrasi seperti saat ini wajar bila lembaga survei menyangkut pautkan nama-nama tokoh tertentu untuk digadang-gadang sebagai pemimpin.

"Saya sebagai kader PDIP memandang itu (survei Jokowi) tidak harus dicegah dan dirisaukan atau sesuatu yang perlu ditangisi. Ini era demokrasi biarkan saja," katanya.

Meski demikian, Hasannudin menjelaskan,  PDIP tetap membuka kemungkinan untuk mengusung Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon presiden (capres) di pemilu 2014. "Semua kemungkinan itu bisa. Kami ini partai terbuka," katanya.

 

Hasil jajak pendapat sejumlah lembaga survei menempatkan Jokowi sebagai pemenang jika diusung menjadi capres. Lembaga Survei Jakarta (LSJ)menunjukkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menempati elektabilitas tertinggi calon presiden.

Jokowi mendapat suara 18,1 persen, mengungguli Prabowo, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie bahkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 

 

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
4.387 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...