Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

HNW: Survei LSI Prematur

Senin, 18 Maret 2013, 12:03 WIB
Komentar : 0
Republika/Yasin Habibi
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengkritik hasil survey Lingkaran Survey Indonesia (LSI).

Survei yang menyebutkan tokoh Islam kalah bersaing dengan tokoh nasionalis dalam Pemilihan Presiden 2014 mendatang disebutnya terlalu prematur dan tidak mendidik masyarakat.

Melalui sambungan telepon kepada Republika, Senin (18/3), Hidayat mengatakan, belum satu pun parpol Islam yang mengajukan nama capres dan cawapres hingga saat ini. Namun, LSI malah menyebutkan capres dan cawapres dari partai Islam kalah bersaing.

“Kalah bersaing dengan siapa, partai-partai Islam belum ada yang mengumumkan nama calon presiden dan calon wakilnya kok. Bagaimana sudah bisa disebut kalah?” kata Hidayat. Menurutnya, kandidat presiden parpol islam berbeda dengan parpol nasionalis yang sudah menggembar-gemborkan capresnya.

Selain itu, ujar mantan ketua MPR,  survey itu selalu menyebutkan dengan asumsi bahwa jika pemilu dilaksanakan pada hari ini. Sedangkan pemilu masih tahun depan.  Sehingga, hasil survey itu menurut Hidayat masih prematur.

Ia mencontohkan, pada pertengahan tahun 2003 tidak disebut-sebut dalam hasil survey bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpotensi sebagai capres. Tetapi, pada tahun 2004, malah nama SBY yang berkibar.

 

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
3.437 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...