Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kunjungan Ormas Islam ke Presiden Dinilai Politis

Jumat, 15 Maret 2013, 20:32 WIB
Komentar : 1
Republika/Agung Fatma Putra
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kunjungan pimpinan 13 ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahatan Ormas Islam (LPOI) ke Kantor Presiden RI, Kamis (14/3) dinilai memiliki nuansa politis.

Terlebih, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj selaku ketua rombongan mengeluarkan pernyataan mendukung pemerintahan SBY hingga 2014.

"Kunjungan tersebut terkesan sangat politis, ketika Presiden SBY sedang menghadapi persoalan baik persoalan internal Partai Demokrat maupun tudingan-tudingan yang lain," kata Direktur Lembaga Kajian dan Survei Nusantara, Gugus Joko Waskito di Jakarta, Jumat.

Pimpinan ormas Islam yang menemui Presiden masing-masing dari Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Ar-Rabithah Al-Alawiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Mathlaul Anwar, Attihadiyah, Azikra, Al-Wasliyah, IKADI, Syarikat Islam Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.

"Sangat disayangkan KH Said Aqil Siroj selaku Ketua Umum PBNU memimpin kunjungan ke istana dan mengeluarkan statemen politik tentang dukungan terhadap Presiden SBY," katanya.

Menurut Gugus, dengan mengeluarkan pernyataan dukungan itu Said Aqil telah membawa NU ke politik praktis, politik dukung-mendukung kekuasaan. "Manuver Said Aqil ini jelas-jelas melenceng jauh dari sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama," kata Gugus.

Menurut dia, NU didirikan sebagai organisasi kemasyarakatan yang mengurusi persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, dan dakwah. NU bukan organisasi politik yang dipakai sebagai alat dukung-mendukung kekuasaan.

Sebagai Ketua Umum PBNU, kata Gugus, Said Aqil seharusnya tidak melakukan hal itu. Said Aqil seharusnya mendengarkan dulu pendapat para kiai, jajaran Syuriah PBNU, serta pengurus wilayah dan cabang NU.

"Jangan bermanuver politik sendiri dengan menggunakan PBNU sebagai alat politik," katanya.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
1.677 reads
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Kang Indera Jumat, 15 Maret 2013, 21:02
NU itu perahu yg terombang-ambing ditengah badai dan karang krn kecerobohan nahkoda. Tetapi, krn besarnya perahu dan kecintaan anak kapal kpd perahu itu, mk tetap bertahan. Cuma sampai kapan?
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda