Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Gerindra: Pertemuan SBY-Prabowo Inisiatif SBY

Jumat, 15 Maret 2013, 18:49 WIB
Komentar : 0
Antara
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) dan Wakil Ketua umum Partai Gerindra Fadli Zon (kiri) di kantor presiden, Jakarta, Senin (11/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Gerindra membantah pernyataan Istana yang menyatakan pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Prabowo Subianto sebagai inisiatif Prabowo. 

"Pernyataan itu tidak benar," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Jumat (15/3).

Menurutnya, undangan pertemuan tersebut datang dari Presiden SBY melalui Mensesneg Sudi Silalahi. "Pak Sudi menelepon saya Sabtu malam, 9 Maret. Ia mengundang Pak Prabowo untuk bertemu Presiden," lanjut dia.

Fadli kemudian menelepon Prabowo dan menanyakan kapan waktunya. Ini mengingat Prabowo sudah memiliki jadwal untuk kampanye di NTT, Senin dan Selasa, 11-12 Maret.  

Prabowo, ujarnya, kemudian menyampaikan jika presiden menentukan waktunya, maka akan menyesuaikan. 

Ahad, kata dia, Sudi kembali menelepon. Kali ini menyampaikan, SBY mengagendakan Senin, 11 Maret pukul 15.30 WIB. Hal itu pun disampaikan ke Prabowo yang akhirnya membatalkan acara ke Kupang, Senin.

"Jadi tak benar sama sekali jika Pak Prabowo berinisiatif untuk meminta pertemuan tersebut," tegas Fadli.

Meski pun begitu, dia menilai, peremuan itu sebagai hal yang bagus dan konstruktif. Bahkan substantif. Hanya saja ia menyayangkan adanya kesalahan dan pemutaran fakta tersebut.

Fadli menyatakan, sebagai presiden SBY memang seharusnya  membuka diri kepada semua kelompok masyarakat. Sehingga bisa mendengar langsung pandangan mereka terhadap berbagai persoalan bangsa. 

Termasuk dari kalangan ormas Islam, purnawirawan atau kelompok politik lain. "Biasanya kalau dengar dari staf saja, semua beres. Alias ABS, Asal Bapak Senang. Yang penting setelah itu apa tindak lanjut yang bisa dirasakan rakyat," cetus Fadli.

Redaktur : Mansyur Faqih
2.962 reads
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

SBY Kebanjiran SMS Soal Demo 25 Maret

SBY: Pertemuan Tokoh Atas Permintaan Mereka

Pasangan Gatot-Erry Raih 33 Persen Suara