Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Akbar Tanjung: Ical-JK Berpotensi Jadi Capres

Jumat, 15 Maret 2013, 17:54 WIB
Komentar : 0
Aburizal Bakrie dan Akbar Tandjung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tujuh purnawirawan jenderal TNI Rabu (13/3) juga membahas mengenai kandidat capres. Ada enam nama capres potensial yang disampaikan.

Dari enam nama itu, ada dua tokoh Partai Golkar, yakni Jusuf Kalla (JK) dan Aburizal 'Ical' Bakrie. Empat tokoh lainnya adalah  Jokowi, Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, dan Mahfud MD.

Atas dimunculkannya dua nama dari Golkar tersebut, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengaku cukup bangga. "Berarti tujuh jenderal itu melihat bahwa dua tokoh ini memiliki potensi untuk jadi capres. Mereka memang memiliki persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan sebagai capres," kata Akbar di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (15/3).

Meski berpotensi sebagai capres, menurut Akbar, mekanisme partai tetap menjadi rujukan utama. Partai Golkar melalui mekanisme yang benar telah memutuskan Aburizal Bakrie sebagai capres. "Misalnya ada tokoh Golkar lain, katakanlah Pak JK dan kemudian dapat dukungan masyarakat, kami serahkan pada partai-partai. Barangkali mereka tertarik dan terdorong untuk menyalonkan JK."

Karena sepotensial apapun tokoh Golkar, dengan komitmen bersama untuk menyukseskan Ical sebagai presiden, tidak ada kesempatan bagi tokoh lain. Meski diakuinya, sampai saat ini Partai Golkar terus berusaha meningkatkan elektabilitas Ical agar bisa dipastikan sukses pada pilpres nanti.

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : Dewi Mardiani
1.054 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Jokowi-Megawati Disebut-Sebut, PDIP Serahkan ke Ketum

SBY: Pertemuan dengan Tokoh Atas Permintaan Mereka

TNI Masih Belum Rela Serahkan Pimpinan ke Sipil