Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Wiranto Tak Disebut Capres, Hanura Santai

Jumat, 15 Maret 2013, 21:00 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Ketua umum Partai Hanura Wiranto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tujuh purnawirawan jenderal TNI Rabu (13/3) lalu juga membahas mengenai kandidat capres.

Ada enam nama capres potensial yang disampaikan, yaitu Ada enam nama, Jokowi, Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, dan Mahfud MD.

Namun, tidak ada nama Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dalam daftar tersebut. Padahal  dalam beberapa hasil jajak pendapat, nama Wiranto selalu masuk dalam daftar capres potensial.

Menanggapi hal itu, Partai Hanura tidak terlalu mempersoalkannya. "Kami kira ini pertemuan biasa saja, karena ini pertemuan elite bangsa sehingga jadi heboh. Biasa saja," kata Ketua DPP Saleh Husin, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/3).

Saleh menilai, pertemuan itu merupakan kelihaian SBY untuk memainkan percaturan politik. Menurutnya, tujuh jenderal itu sebelumnya selalu berseberangan dengan Prabowo Subianto. Menariknya, dua hari sebelum bertemu tujuh mantan petinggi TNI itu SBY juga bertemu dengan Prabowo di istana.

"Tapi Pak SBY sebelumnya kan mengundang Pak Prabowo dan mengundang untuk jadi succesornya. Beliau mematahkan sendiri apa yg menjadi sinyalemen yang ia bangun dua hari sebelumnya," ujar Saleh.

Tujuh purnawirawan jenderal TNI yang bertemu dengan presiden SBY adalah mantan wakil panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi, Jenderal (Purn) Luhut Pandjaitan, Subagyo HS, Agus Wijoyo, Johnny Josephus, Sumardi, dan Suaidi Marasabessy.

Sehari sebelum bertemu tujuh jenderal itu, SBY juga menerima Prabowo Subianto di istana. 

 

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
2.530 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...