Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ini Alasan SBY Tak Hadir di Kongres HMI

Jumat, 15 Maret 2013, 15:05 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Presiden SBY

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) batal menghadiri kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar hari ini, Jumat (15/3). Alasan utama pembatalan tersebut karena keamanan. 

Juru bicara presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, hingga pekan lalu, belum ada jaminan mengenai keamanan jika SBY hadir. "Pekan lalu, presiden dilaporkan belum ada jaminan, kepastian bahwa kongres akan berjalan dengan tertib, lancar, yang mana itu menjadikan syarat bagi kepala negara," katanya, Jumat. 

Ketidakhadiran SBY dalam kongres HMI ini merupakan yang pertama. Pada tahun sebelumnya, SBY tak pernah absen. Menurut dia, kongres terdahulu berlangsung damai, tertib, aman, dan kondusif. 

Kalau pun ada perbedaan pandangan di dalam HMI, itu bagian dari dinamika demokrasi. "Kita harus hargai pendapat. Tapi, kalau berubah jadi suatu yang tidak patut, ini yang harus kita hindari," katanya. 

Julian menegaskan, pembatalan tersebut bukan berarti presiden ditolak hadir. Presiden, lanjutnya, memang diundang dalam kongres. 

Kala itu, SBY menanyakan kepada para menteri terkait bagaimana kondisi sebetulnya di internal HMI. "Beliau hanya ingin memastikan kondisinya kondusif untuk kongres dan bisa berjalan tertib," katanya. 

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Mansyur Faqih
9.714 reads
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda