Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Kecil Kemungkinan Demokrat Gelar Aklamasi pada KLB'

Kamis, 14 Maret 2013, 21:20 WIB
Komentar : 0
Republika/ Tahta Aidilla
Partai Demokrat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar komunikasi politik, Effendi Gazali berpendapat kecil kemungkinan Partai Demokrat mengadakan aklamasi dalam Kongres Luar Biasa (KLB).

"KLB ini masih lama. Jadi, kemungkinan kecil kalau ujung-ujungnya aklamasi," katanya, Kamis (14/3).

Menurut Effendi, jika akan berakhir dengan aklamasi, Partai Demokrat tidak perlu sampai jauh-jauh hari menyiapkan KLB tersebut. "Semakin panjang tarik ulur waktunya, semakin sulit untuk melakukan aklamasi. Kalau berakhir dengan aklamasi, mungkin KLB tersebut sudah diselenggarakan sejak minggu lalu," katanya.

Ia menilai akan ada dua kubu pada KLB yang akan diadakan di Bali akhir Maret mendatang, yakni kubu Cikeas (Susilo Bambang Yudhoyono) dan kubu mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Kalau kubu Anas ini riil dan solid, maka akan melakukan taktik yang paling pintar dan ini akan menjadi pertarungan anak-anak muda di berbagai daerah," katanya.

Hal berbeda disampaikan pengamat politik dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi. Ia menilai aklamasi mungkin saja terjadi jika ada kompromi di antara dua kubu.

"Tergantung sejauh mana elit Partai Demokrat membangun penyelesaian ini karena akan melibatkan dua faksi, yakni faksi Cikeas dan faksi Anas," katanya.

Namun, jika KLB tidak berakhir dengan aklamasi maka akan ada pertarungan dan gelora seperti pada waktu kongres di Bandung pada 2010. KLB Partai Demokrat akan diselenggarakan di Bali, 30 Maret 2013, untuk memilih ketua umum pengganti Anas Urbaningrum yang menyatakan berhenti dari jabatannya setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
904 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Saan Mustopa Pertimbangkan Rebut Kursi Ketua Umum

'Aklamasi KLB Demokrat Akan Serang Balik SBY'

Pengamat: Presiden SBY Sedang Gundah