REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Kepala Staf Umum TNI, Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy mengatakan tujuh Purnawirawan Jenderal TNI AD yang bertemu Presiden SBY, Rabu (13/3) kemarin tak mengajukan satu pun nama calon presiden.
"Kita tidak mengajukan nama, kita hanya menyampaikan kepada Presiden hasil survei yang telah dilakukan baik dari kita, maupun hasil-hasil survei lembaga lain yang telah ada, jadi konteksnya itu," katanya Kamis (14/3) malam.
Enam nama hasil survei yang memiliki popularitas tinggi, yaitu Joko Widodo (Jokowi), Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Mahfud MD, Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie.
"Dan keenamnya kita juga tidak membahas satu per satu, hanya memaparkan saja survei itu, jadi kita tidak mengajukan nama," katanya.
Suaidi menyatakan Presiden juga telah memahami situasi saat ini dan hasil survei tersebut. "Dan situasi ini juga akan terus berkembang mendekati pemilihan presiden mendatang," katanya.
Sebelumnya tujuh purnawirawan jenderal diterima Presiden dan berbincang-bincang selama dua jam.
Tujuh purnawirawan jenderal yang menemui SBY adalah:
1. Jenderal (Purn) TNI Luhut Pandjaitan, mantan Komandan Satuan-81 Kopassus/Detasemen-81 Anti Teror TNI.
2. Jenderal (Purn) TNI Subagyo HS, bekas Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI.
3. Jenderal (Purn) TNI Fahrul Rozi, mantan Wakil Panglima TNI.
4. Letjen (Purn) TNI Agus Wijoyo, mantan Kepala Staf Teritorial TNI.
5. Letjen (Purn) TNI Johny J Lumintang, Wakil Kepala Staff Angkatan Darat TNI.
6. Brigjen TNI Sumardi, bekas Direktur Latihan Kodiklat TNI AD menjadi Kasgartap I/Jakarta.
7. Letjen (Purn) TNI Suaidi Marasabessy, mantan Kepala Staf Umum TNI.