Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dipo Alam: Proteksi untuk SBY Itu Untuk Apa?

Kamis, 14 Maret 2013, 13:53 WIB
Komentar : 0
Republika/ Yogi Ardhi
Dipo Alam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Awal pekan ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menemui beberapa jendral purnawiran. Diawali dengan Prabowo Subianto dan disusul tujuh mantan jenderal di  Kantor Presiden, Jakarta.

Sekretaris Kabinet, Dipo Alam menilai pertemuan tersebut tak lain silaturahim biasa seperti layaknya banyak komponen masyarakat dalam dan luar negeri yang ingin ikut berjumpa dengan SBY.

Dipo pun heran kalau ada yang beranggapan miring dari para pengamat dan politisi bahwa SBY mencari proteksi politik. "Kini atau setelah tidak jadi Presiden. Proteksi itu untuk apa? Cobahlah kita berpikir positif. Mari kita bangun etika politik yang positif," katanya, Kamis (14/3).

Ia mengatakan, permintaan untuk bertemu presiden sangat banyak sehingga istana pun kesulitan. Menurutnya, dibandingkan dua tahun lalu, permintaan bertemu presiden semakin meningkat.

Mulai permintaan audiensi di sela-sela rapat-rapat G-20, Summits oleh PBB, OKI, ASEAN dan Asia Timur, dan acara lainnya. Terlebih lagi menjelang masa akhir tugas Presiden SBY pada Oktober 2014.

Menurutnya, isu miring yang ditujukan ke SBY tidak ada gunanya meskipun suhu politik meningkat. Sebaliknya, justru semakin banyak yang ingin bersilaturahim.

“Tahun lalu saja tamu negara yang ingin jumpa dengan SBY hampir mencapai 50-an. Tahun ini lebih banyak lagi, apalagi yang di dalam negeri,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam sepekan terakhir Presiden SBY telah melakukan silaturahmi dengan sejumlah tokoh-tokoh bangsa.

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
6.365 reads
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Pertemuan SBY dengan Jendral Purn Bukan untuk Penggulingan