Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jafar Hafsah: Hanya Mekanisme KLB Yang Diatur AD/ART Demokrat

Kamis, 14 Maret 2013, 00:09 WIB
Komentar : 0
Antara/Reno Esnir
Jafar Hafsah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kongres Luar Biasa menjadi satu-satunya pilihan cara yang mesti ditempuh Partai Demokrat untuk menggantikan Ketua Umum DPP. Menurut Ketua DPP Partai Demokrat, M Jafar Hafsah, hanya mekanisme inilah yang di atur dalam AD/ART PD.
 
"Agenda ini menjadi sangat mendesak untuk disegerakan. Pertimbangan strategis KLB, antara lain, adalah adanya kekosongan Ketua Umum, situasi krisis yang dihadapi Partai Demokrat, yaitu merosotnya elektabilitas partai, dan tenggang waktu pengusulan Daftar Calon Sementara (DCS) untuk usulan Calon Anggota Legislatif DPR-RI semakin mendesak," katanya dalam pernyataan dia, Rabu (13/3).

Selain itu, katanya, ada alaasan lain, yaitu UU Pemilu No 8 tahun 2012 secara eksplisit menyatakan usulan DCS ditanda tangani Ketua Umum dan Sekjen atau sebutan lain yang setara dengan jabatan tersebut. Lalu, ada juga kebutuhan akan Ketua Umum definitif agar ada kepastian dalam partai serta dapat berjalan efektifnya agenda-agenda pembenahan partai.

Tak hanya itu, lanjut Jafar, KLB juga jadi momentum konsolidasi untuk penguatan soliditas internal dan penegasan komitmen partai untuk mengawal dan memastikan keberhasilan pemerintahan SBY dalam melaksanakan program-program pro rakyat.

"Oleh karena itu, konsolidasi pra dan saat KLB merupakan proses untuk menemukan atau merepresentasikan figur calon ketua umum yang mampu mengimplementasikan kepemimpinan handal dan manajemen krisis," jelasnya.

Redaktur : Dewi Mardiani
2.171 reads
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda