Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ini Pembicaraan SBY dengan Tujuh Jenderal TNI

Rabu, 13 Maret 2013, 19:14 WIB
Komentar : 0
AP/Lefteris Pitarakis
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tujuh mantan jenderal yang bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengapresiasi capaian kinerja pemerintah selama ini. Dalam pertemuan selama lebih dari dua jam, Presiden SBY banyak memberikan penjelasan tentang kondisi politik dalam negeri, ekonomi, dan hubungan internasional. 

"Kami berdiskusi panjang lebar. Bapak Presiden memberikan berbagai macam penjelasan tentang politik dalam dan luar negeri, ekonomi mau pun masalah hubungan internasional, dan juga perkembangan politik tanah air,” kata Jenderal Luhut Panjaitan di Kantor Presiden, Rabu (13/3).

Dalam pertemuan tersebut, para jenderal mengaku menyampaikan apa yang mereka rasakan selama masa pemerintahan SBY. Misalnya, adanya beberapa kekurangan dan hal-hal yang belum dicapai. 

Tetapi, lanjutnya, hal tersebut tidak pernah akan selesai bahkan oleh presiden-presiden mendatang. 

"Kita harus jujur mengakui bahwa banyak yang telah dicapai oleh pemerintah ini. Tadi, bapak presiden sangat jelas mengidentifikasi berbagai masalah yang belum terselesaikan dan menjadi pekerjaan rumah untuk presiden mendatang," katanya. 

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Mansyur Faqih
10.973 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

PP Cuti Pejabat Negara Saat Kampanye Pemilu Diterbitkan

Bukan Ancaman, PKB Enggan Persulit PBB

'Pemilukada Tak Langsung Tidak Hapus Politik Uang'