Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

7 Kriteria Calon Ketum Demokrat Versi Sutan Bhatoegana

Rabu, 13 Maret 2013, 18:35 WIB
Komentar : 0
Edwin Dwi Putranto/Republika
Sutan Bhatoegana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana menyatakan kandidat ketua umum harus memenuhi memenuhi sejumlah kriteria. Setidaknya, ada tujuh syarat yang harus dipenuhi. 

Pertama, kata dia, harus orang Demokrat sejati. Artinya kandidat ketua umum belum pernah menjadi anggota partai lain. "Harus yang benar-benar mengerti perjuangan Demokrat," kata Sutan ketika dihubungi Republika, Rabu (13/3).

Kedua, lanjutnya, mesti memiliki pengalaman menjadi pengurus partai. Dia juga mesti memiliki organisasi di luar Demokrat. Ketiga, kandidat ketua umum mesti figur yang berani, bersih dan merakyat. Bukan figur yang mengedepankan kepentingan pribadi. 

"Harus BBM alias berani, bersih, merakyat. Bukan SDM alias selamatkan diri masing-masing," tambah Ketua Komisi VI DPR tersebut.

Keempat, lanjutnya, harus memiliki latar belakang pendidikan formal minimal S1. Kelima, mendapat dukungan satu per tiga DPC. Keenam, yang tak kalah penting kandidat ketua umum tidak boleh terkontaminasi jaringan Nazaruddin. 

"Kalau nanti terpilih dan Nazar berkicau lagi, kacau kita," ujarnya.

Terakhir, katanya, ketua umum Partai Demokrat idealnya tidak merangkap jabatan posisi penting kenegaraan. Namun andai hal itu tidak bisa dihindari Sutan menyatakan ketua umum terpilih harus pandai membagi waktu. 

"Rangkap jabatan bisa saja baik. Artinya orang bisa bekerja menembus ruang dan waktu," katanya.

Sutan menyatakan mekanisme pemilihan ketua umum lebih baik dilakukan secara terbuka lewat pendaftaran. Nama-nama yang sudah mendaftar nanti diperketat dengan penjaringan yang dilakukan majelis tinggi. 

"Ada pendaftaran terbuka. Ada panitia pendaftaran yang dibentuk DPP," ujarnya.

Kendati begitu Sutan juga tidak menampik kemungkinan pemilihan ketua umum melalui mekanisme aklamasi. Mekanisme ini bisa dilakukan untuk menghindari perpecahan. 

"Kalau ada yang mau aklamasi supaya tidak terjadi perpecahan bisa saja," katanya. 

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : Mansyur Faqih
956 reads
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Achsanul: Tak Masalah Ketum Partai Demokrat Rangkap Jabatan

Panggil Jenderal TNI, SBY Minta Perlindungan

KPK: Jelang 2014, Parpol Makin Gencar Korupsi