Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pramono Usulkan Partai Punya Perusahaan Sendiri

Rabu, 13 Maret 2013, 18:09 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Pramono Anung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengusulkan kembali agar UU Politik mengatur secara khusus mengenai badan usaha milik partai. Tujuannya, agar ada pemasukan yang jelas kepada partai.

Selama ini, lanjut dia, tindak pidana korupsi terjadi karena besarnya biaya politik yang harus dikeluarkan. Apalagi selain sumbangan kader, partai tak punya sumber pemasukan yang jelas. 

"Untuk jangka panjang, harus ada badan usaha milik parpol yang tidak boleh bersentuhan dengan APBN dan APBD," kata politisi PDI Perjuangan tersebut di Jakarta, Rabu (13/3).

Jika itu dilakukan, lanjutnya, tinggal melakukan kontrol keuangan terhadap pemasukan perusahaan tersebut kepada partai. Hal ini harus segera diatur untuk menghindari penyalahgunaan dan pembatasan jumlah sumbangan.

Dalam kajiannya, Pramono menyatakan, biaya politik untuk menjadi anggota DPR mahal. Untuk kalangan  artis, setidaknya butuh biaya politik antara Rp 200-800 juta.

Sedangkan untuk aktivis, sebesar Rp 500 juta sampai Rp 1,2 miliar. Kemudian, Rp 800 juta sampai Rp 2 miliar untuk mantan anggota TNI dan Polri. Untuk pengusaha, bisa mengeluarkan antara Rp 1,2 miliar sampai Rp 6 miliar.

"Dari 21 informan, ada tiga orang yang pengeluarannya sampai Rp 6 miliar. Sedangkan untuk gaji anggota DPR hanya Rp 25-30 juta per bulan. Kalau tidak diatur, praktik-praktik seperti sekarang ini akan terus terjadi," ujar Pramono.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Mansyur Faqih
678 reads
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Syarif Hasan: Kader Partai Demokrat Wajib Taati Majelis Tinggi

Aklamasi Cermin Ketakutan Majelis Tinggi

DPD Demokrat Minta Calon Ketum dari Aspirasi Daerah