Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Para Jenderal Tak Tahu Alasan Diundang SBY

Rabu, 13 Maret 2013, 16:40 WIB
Komentar : 0
Antara/Widodo S Jusuf
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para jenderal yang menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tak tahu alasan undangan tersebut. Para jenderal pun tak banyak bicara ketika datang ke Istana Presiden, Rabu (13/3) sore.  

"Dalam rangka apa, enggak tahu," kata Jenderal Luhut Panjaitan sebelum masuk ke dalam Kantor Presiden.  

Luhut mengaku ingin berbicara terlebih dulu dengan SBY, baru bisa menggambarkan substansi pembicaraan mereka. Luhut pun mengelak ketika ditanya apakah pertemuan itu berkaitan dengan dukungan politik.

"Ya, nanti lah. Nanti saja lah kalau sudah selesai saya beritahu," katanya. 

Saat menerima para jenderal, SBY sempat bertegur sapa dengan mereka dan sedikit bernostalgia di ruang kerjanya. Ia menjelaskan ruang kerjanya yang tidak terlalu mewah dan tidak seperti ruang kerja para bupati bahkan komandan Batalyon 74. 

"Ruangan kerja ini tidak mewah. Banyak yang lebih mewah seperti ruang kerja bupati. Ini hanya seperti ruang kerja Danyon (komandan batalyon) 74," cetusnya.

Sebelumnya, juru bicara presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan pertemuan dengan para jenderal sebetulnya sering dilaksanakan. Presiden, lanjutnya, sering memelihara komunikasi politik dengan berbagai tokoh termasuk dengan tokoh militer dan pemimpin yang kharismatik. "Ini senantiasa dipelihara beliau," katanya. 

Tujuh jenderal tersebut yaitu Luhut panjaitan, Subagyo HS, Fahrul Rozi, Agus Wijoyo, Johny Josephus, Sumardi, dan Suaidi Marasabessy

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Mansyur Faqih
1.643 reads
Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

SBY-Prabowo Sehati Indonesia Lepas dari Cengkeraman IMF

Harga Bawang Mahal, PDIP Salahkan Pemerintah