Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Penangkapan Hercules Tak Turunkan Elektabilitas Gerindra'

Selasa, 12 Maret 2013, 08:02 WIB
Komentar : 0
IST
Hercules.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Penangkapan Ketua Ketua umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Hercules Rosario tak akan menurunkan elektabilitas Partai Gerindra. Karena, pengaruh Hercules hanya sebatas di Jakarta saja.

“Saya tidak melihat akan menurunkan elektabilitas. Pengaruh dia kan sebatas Jakarta dan sekitarnya. Sementara partai itu kan sifatnya nasional,” kata Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Umam saat dihubungi Republika, Selasa (12/3) pagi.

Saiful mencontohkan, pada masa lalu Pemuda Pancasila, organisasi sayap Partai Golkar yang diduga  diidentikan dengan premanisme sebagaimana Hercules dan kelompoknya. Namun, hal tersebut tak berpengaruh dengan perolehan suara Partai Golkar.

Namun, Saiful mengatakan kasus Hercules itu akan dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik Prabowo. Mereka akan ‘menggoreng’ isu premanisme yang terkait dengan Partai Gerindra.

Aparat gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat, Jumat (8/3),  menangkap tokoh asal Flores, Nusa Tenggara Timur, Hercules Rozario Marshal, terkait dugaan tindak pidana kekerasan dan pemerasan. Kemudian dilakukan penangkapan hingga terjadi baku tembak antara anggota kepolisian dengan pelaku yang diduga anggota kelompok Hercules di belakang Gedung RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sekitar pukul 17.00 WIB.

Hercules sendiri dikenal memiliki kedekatan dengan Partai Gerindra. Bahkan, organisasi yang dipimpinnya mendukung Prabowo sebagai Presiden 2014.

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Fernan Rahadi
4.778 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda