Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Saan: Rotasi FPD Harus Objektif

Senin, 11 Maret 2013, 14:25 WIB
Komentar : 0
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum bersama Wasekjen PD Saan Mustopa (kanan) saat menandatangani Pakta Integritas di kantor DPP PD, Jakarta, Kamis (14/2). (Republika/ Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Fraksi Demokrat Saan Mustopa, yang dikenal dekat dengan Anas Urbaningrum, mengatakan langkah-langkah rotasi bukan sesuatu yang luar biasa.

Jika memang dilakukan perombakan, menurut dia, wajar untuk meningkatkan kinerja fraksi dan performa. Selama dilakukan dengan pertimbangan objektif bukan subjektivitas. 

"Ya kita tunggu. Kalau memang ada arahan dari DPP setelah konsultasi dengan Majelis Tinggi, ya akan dilakukan rotasi," kata Saan, di Jakarta, Senin (11/2).

Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menyatakan reshuffle FPD akan dilakukan setelah adanya perintah dari Majelis Tinggi.

Menurut dia, perombakan struktur fraksi  merupakan kebijakan biasa yang diambil fraksi atas arahan DPP setelah berkonsultasi dengan majelis tingi. “Ini agenda rutin. Bukan hal luar biasa,” ujarnya.

Nurhayati berharap reshuffle FPD dilakukan setelah KLB Partai Demokrat. Kendati begitu, dia belum bisa memastikan kapan perombakan FPD akan dilakukan. “Saya berharap seperti itu, dan saya yakin Pak SBY akan mengambil langkah itu,” katanya.

Sebagai pimpinan fraksi, Nurhayati hanya menyatakan siap menjalankan perintah DPP dan majelis tinggi. Dia percaya Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan mengambil langkah terbaik untuk menyelamatkan partai.

 

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.297 reads
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

FPD: Tak Ada Bersih-Bersih Loyalis Anas

Dahlan Iskan: Bohong Kalau Saya Tidak Ingin (Jadi Capres)