Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ini Tanggapan Puan Maharani Soal 'Pinangan' Yusril

Minggu, 10 Maret 2013, 21:48 WIB
Komentar : 0
beritaekonomi.kiosgeek.com
Puan Maharani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani mengomentari  'pinangan' Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Menurutnya, permintaan itu harus mendapat restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Kita tunggu perintah Ibu ketua (Megawati). Saya tidak bilang siap atau tidak, saya hanya pribadi yang ditempatkan di mana saja," kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Ahad (10/3).

Sebelumnya, Yusril mengajak Puan untuk maju berpasangan sebagai capres-cawapres 2014. Menurutnya, perpaduan dengan Puan merupakan buah dari pemikiran yang telah lama ia lakukan. Yaitu, bagaimana idealnya kepemimpinan bangsa ini ke depan di tengah krisis tokoh sekarang ini.

Ia menilai Puan sebagai sosok yang muda, cakap dan pintar. Di dalam dirinya pun mengalir darah proklamator Soekarno melalui Megawati.

Sementara Yusril memandang dirinya sebagai sosok yang memiliki ilmu tata negara yang baik dan benar. Bahkan lengkap dengan pengalaman yang panjang dalam mengelola pemerintahan. 

Menurut Puan, keputusan maju dalam pilpres bukan soal setuju atau tidak. Melainkan, telah ada keputusan di internal mengenai capres dan cawapres. 

"PDIP sudah punya aturan. Kita sudah sepakat, berkaitan dengan pilpres mendatang kita sudah putuskan ada di Ibu Ketua Umum. Kami fokuskan hari-hari ini adalah bagaimana PDIP bisa dapat suara yang cukup untuk maju," kata anggota Komisi VI DPR tersebut.

Ia mengaku memang mengenal sosok Yusril. Namun, ia belum pernah bertemu dengan Yusril. Termasuk membicarakan soal maju dalam pilpres mendatang bersama-sama. 

"Tapi belum tahu, mau bagaimana. Ya, diajak harus ada mekanismenya dan memenuhi persyaratan sesuai dengan undang-undang. Cukup dulu persyaratannya," kata dia. 

Redaktur : Mansyur Faqih
Sumber : Antara
9.031 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Gerindra: Polisi Jangan Jadi Penjahat Berseragam

Pertemuan Para Gubernus Se-Sumatera Diundur

Di KLB, Majelis Tinggi Demokrat Bisa Dipermalukan