Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Di KLB, Majelis Tinggi Demokrat Bisa Dipermalukan

Minggu, 10 Maret 2013, 20:55 WIB
Komentar : 0
Muhammad Qodari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setidaknya ada tiga alasan kemungkinan yang menyebabkan Majelis Tinggi Partai Demokrat secara tiba-tiba memilih opsi kongres luar biasa (KLB). Pertama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah memberikan jawaban resmi kepada Demokrat.

Ini terkait polemik penandatanganan daftar anggota calon anggota legislatif (DCS). "Mungkin sudah ada jawaban resmi dari KPU bahwa mereka tidak akan menerima DCS dari Demokrat kalau belum ada ketua umum yang definitif," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, Ahad (10/3).

Kemungkinan kedua, lanjut dia, Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa hanya KLB satu-satunya jalan keluar. Yaitu, untuk memberi kepastian penyelesaian konflik internal yang berlarut-larut. 

Kemungkinan ketiga, imbuh Qodari, SBY menyadari jalan satu-satunya mengakhiri status Anas yang masih menggantung hanya lewat KLB. "KLB cara yang paling pasti mengganti Anas," katanya.

Lepas dari tiga kemungkinan itu, Qodari mengingatkan, KLB Demokrat tidak boleh menafikan berbagai aspirasi para pengurus daerah. Nama-nama kandidat ketua umum sebaiknya benar-benar berasal dari aspirasi pengurus daerah. 

Sebab bila majelis tinggi memaksakan nama kandidat ketua umum di KLB, bukan tidak mungkin akan terjadi resistensi dari para peserta KLB. "Kalau kandidat dari atas (majelis tinggi) risikonya bisa kalah dan mempermalukan wibawa majelis tinggi," ujarnya. 

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : Mansyur Faqih
3.472 reads
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Jero Wacik: KLB Demokrat Digelar Sebelum 9 April

Ganteng Klaim Raih 33,84 Persen Suara di Pilkada Sumut

PBB Menangkan Gugatan di PTTUN, Ini Harapan PKS untuk KPU