Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pencitraan Dahlan Iskan Tak Buat Parpol Tertarik

Minggu, 10 Maret 2013, 19:24 WIB
Komentar : 0
Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama Menteri ESDM Jero Wacik (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pencitraan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan tak lantas membuat partai politik tertarik. Termasuk untuk mengusungnya menjadi calon presiden. Alasannya, selama ini Dahlan dianggap melakukan pencitraan yang berlebihan.

"Partai politik jengah dengan pencitraan yang terlalu berlebihan yang dilakukan oleh Dahlan," kata pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Umam saat dihubungi Republika, Ahad (10/3).

Ia menambahkan, dari awal Dahlan melakukan yang luar biasa. Pencitraan tersebut dilakukan melalui medianya sendiri mau pun buku-buku yang diterbitkan.

Namun, semua itu tak menjamin dia akan didekati partai. Sebaliknya, Dahlan harus aktif yang mendekati partai politik jika ia memang berminat untuk menjadi presiden.

"Untuk menjadi presiden memang harus diusung oleh partai," kata Saiful.

Elektibilitas Meneg BUMN tersebut masih menduduki posisi paling tinggi selama sepekan terakhir. Bahkan, melampaui kandidat lain yang telah menyatakan diri maju pada pilpres mendatang.

Berdasarkan data Poiticawave, posisi Dahlan mampu mengungguli kandidat capres lain. Seperti Mahfud MD, Chairul Tanjung, Jusuf Kalla, Prabowo, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Wiranto dan Gita Wiryawan.

Meski pun begitu, ada beberapa kegiatan Dahlan yang mendapat respon negatif dari publik. Bahkan membuatnya terpuruk dari peringkat indeks elektabilitas. 

Misalnya soal berita infisiensi PLN, kurang akuratnya laporan pemerasan oleh DPR dan kecelakaan mobil listrik Tuxuci. Namun kesibukannya saat ini yang dicitrakan dengan baik membuat kepercayaan media sudah pulih. 

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Mansyur Faqih
6.167 reads
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

PKS: Preman Tak Boleh Jadi Caleg