Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Elektabilitas Dahlan Iskan Ungguli Capres Lain

Minggu, 10 Maret 2013, 11:16 WIB
Komentar : 1
Republika/Yasin Habibi
Menteri BUMN Dahlan Iskan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Elektabilitas Menteri BUMN, Dahlan Iskan terus menanjak. Data terakhir PoliticaWave menyebut elektabilitas Dahlan sebagai kandidat calon presiden berada di posisi teratas dibandingkan kandidat capres lain.

"Dahlan berada di posisi pertama, kedua Mahfud MD, ketiga Chairul Tanjung, keempat Jusuf Kalla, kelima Prabowo, keenam Aburizal Bakrie, ketujuh Hatta Rajasa, kedelapan Wiranto, dan kesembilan Gita Wiryawan," papar Direktur PoliticaWave, Yose Rizal melalui siaran pers, Ahad (10/3).

Rizal mengatakan tingginya elektabilitas Dahlan mengejutkan. Sebab menurutnya elektabilitas Dahlan sempat terpuruk karena berbagai berita negatif. "Aktifitas Menteri BUMN yang dipublikasikan dengan baik media memperbaiki citra Dahlan," ujarnya.

Padahal sebelumnya, sebut Rizal, publik banyak merespon negatif pemberitaan Dahlan. Misalnya berita inefisiensi PLN, laporan pemerasan BUMN oleh DPR RI yang tidak akurat, dan kecelakaan mobil listrik Tuxuci. "Publik menganggap Dahlan lebay," sebut Rizal.

Namun aktivitas Dahlan terakhir seperti mengendarai mobil sendiri, menggunakan ojek, dan menaiki kendaraan umum sukses menuai simpati publik. Namun, elektabilitas Dahlan sekarang belum final. Sebab menurutnya data PoliticaWave diambil dari dari berbagai aktivitas media sosial, termasuk facebook, twitter, blog, dan yang bisa berubah-ubah.

Koordinator BUMN Care, Budi Purnomo Karjodihardjo menyambut baik data PoliticaWave. Menurutnya elektabilitas Dahlan yang tinggi tak lepas dari penggiat media sosial yang secara alamiah mendistribusikan informasi-informasi penting seputar BUMN maupun Dahlan.

"Mereka memiliki kontribusi nyata terhadap peningkatan elektibilitas yang dilakukan oleh PoliticaWave," ujar Budi.

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : Karta Raharja Ucu
4.533 reads
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  dimas Minggu, 10 Maret 2013, 12:30
berbahaya... bisa2 presidenku nanti ngepel lantai K.M (pdhl punya anak buah), trz nanti outsourcing merajalela lg....
dan parahnya lg indonesia bkl jd negara sekuler deh....

bahaya... bahaya...
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Cari Pengganti Anas Urbaningrum, Ini Rencana Partai Demokrat

Nasdem Berikan Santunan Kematian Rp 500 Juta per Bulan