Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Amir Syamsuddin Ajari Rakyat Tidak Patuh Hukum'

Kamis, 07 Maret 2013, 21:22 WIB
Komentar : 0
Tahta Aidilla/Republika
Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengamat politik Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti mengkritik pernyataan Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin yang terkesan mengintervensi KPU. "Sangat disayangkan kita semua," kata Ray ketika dihubungi Republika.

Ray menyatakan pernyataan Amir sama saja dengan mengajari rakyat untuk tidak patuh terhadap hukum. Amir seperti sedang mempertontonkan kemampuan menegosiasikan peraturan undang-undang.

"Tindakannya itu mengajari rakyat untuk tidak patuh pada hukum. Bahwa hukum bisa dinegosiasi," ujar Ray.

Sebagai Menkum HAM Amir semestinya menunjukan netralitas dalam melihat aturan undang-undang. Hal ini karena permintaan Amir agar KPU memberi dispensasi ke Demokrat soal penandatangan DCS oleh Plt sama saja mencederai penegakan hukum.

"Apapun istilahnya, dispensasi atau sinkronisasi intinya itu mencederai hukum," kata Ray.

Menurut Ray Pasal 57 Undang-Undang Pemilu bersifat mengikat bagi semua partai politik. Demokrat harus mencari ketua umum baru bila ingin mengikuti proses tahapan pemilu selanjutnya. Atau jika ingin tetap memaksakan kewenangan DCS ada pada Plt, maka Demokrat harus melakukan kongres luar biasa (KLB).

"Setahu saya di AD/ ART mereka Plt tidak setara dengan ketua umum jadi mesti diubah lewat KLB," ujarnya.

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : Djibril Muhammad
3.579 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Saan: Parpol Sibuk Ribut Kekuasaan, Soal Ideologi dan Bangsa Lupa

Gerindra Tuding SBY Paling Boros Soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sejarawan: Politisi Dahulu Ribut Soal ide, Sekarang Uang dan Proyek