Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Partai Golkar Bidik 2 Juta Suara WNI di Malaysia

Kamis, 07 Maret 2013, 19:23 WIB
Komentar : 0
golkar.or.id
Deputi Presiden UMNO Tan Sri Dato' Muhyidin bin Haji Mohd Yassin bertemu Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID,KUALA LUMPUR -- Partai Golkar mulai membidik suara Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Salah satunya adalah 2 juta WNI yang berada di Malaysia. ''Dari 2 juta suara, ada 1,8 juta yang memiliki hak pilih. Target kita mendapatkan 30 persen," kata Ketua Partai Golkar Luar Negeri Malaysia - Brunei Darussalam Mustafa Bakri, saat pelantikan pengurus Partai Golkar Luar Negeri Malaysia-Brunei Darussalam, di Kuala Lumpur.

Partai Golkar menerapkan strategi one united campaign. Mustafa yakin dengan kerja keras yang dilakukan Partai Golkar, target itu bisa dicapai. Apalagi, organisasi massa pendukung Golkar seperti SOKSI sudah siap untuk membantu. "Dengan dibantu Satgas SOKSI ARB for Presidet, saya yakin target tersebut bisa tercapai," ujar Mustafa.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan Partai Golkar harus menjadi nomor satu di Malaysia. Dia meminta Partai Golkar Malaysia melakukan pendekatan dan memberikan bantuan nyata bagi WNI di Malaysia.

Ia mencontohkan dengan cara membantu menyelesaikan permasalahan tenaga kerja Indonesia yang berada di Malaysia. "Komunikasi dengan perusahaan dan pimpinan serikat pekerja yang banyak mempekerjakan TKI di Malaysia dan Brunei," ujarnya.

Ical juga mengatakan Partai Golkar siap bekerjasama dengan partai di Malaysia seperti UMNO untuk menjembatani hubungan baik kedua negara. Dia mengatakan second track diplomacy harus diperkuat.

Ketua Penerangan UMNO Datuk Ahmad Maslan mengatakan hubungan Golkar dan UMNO penting untuk mengokohkan Asean. Menurutnya ASEAN kuat karena kokohnya hubungan Indonesia dan malaysia.

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
2.540 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Pengamat: Pengunduran Diri Wiwik Sriwidiati Rugikan PAN

Wasekjen PAN Mengundurkan Diri

Ramalan Suara PKS Habis, Nur Wahid: Itu Pepesan Kosong!