Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Saan: KLB Demokrat Jalan Paling Rasional

Selasa, 05 Maret 2013, 12:31 WIB
Komentar : 0
Republika/ Tahta Aidilla
Partai Demokrat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masih belum terisinya kursi ketua umum Partai Demokrat terus menimbulkan ragam persepsi di kalangan internal Partai Demokrat.

Apalagi menjelang penyerahan daftar calon sementara (DCS) 9 April 2013 nanti yang harus diteken ketum dan sekjen.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat yang dikenal sebagai loyalis Anas Urbaningrum, Saan Mustopa mengungkapkan, kejelasan posisi ketum ditunggu oleh semua DPD dan DPC Partai Demokrat.

Dikatakannya, hampir semua pihak berpikir kongres luar biasa (KLB) merupakan jalan yang paling rasional untuk mengakhiri polemik. Terutama untuk membuat kepastian dan hukum.

Melangsungkan KLB, dinilai Saan tidak akan terlalu berat. Secara teknis hampir sama dengan pelaksanaan Rapimnas.

"Peserta kongres itu kan sama dengan rapimnas aja. Rapimnas saja bisa disiapkan dalam waktu seminggu, sama dengan KLB," kata Saan di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (5/3).

KLB, jelas Saan, selain diusulkan oleh majelis tinggi partai, juga disetujui dua per tiga DPD dan 50 persen DPC Partai Demokrat. Artinya, dengan keinginan mayoritas kader, KLB bisa digelar.

"Kan masih ada waktu satu bulan, waktu yang cukup untuk mempesiapkan KLB sebelum 9 April," ungkap anggota Komisi III DPR itu.

Lagipula, menurut Saan Partai Demokrat memiliki banyak nama yang bisa diusulkan sebagai ketua umum. Saan menyebut nama-nama seperti Marzuki Alie bisa saja diusung karena memiliki basis dan kekuatan akar rumput yang kuat.

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : Heri Ruslan
1.670 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Mubarok: Banyak yang Cari Untung Dalam Bencana Demokrat

Ahmad Mubarok: Demokrat Bukan Partai Paling Korup

Soal DCS, Demokrat Gantungkan Nasib pada KPU