Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

KPU Diminta Hati-Hati Soal Demokrat

Senin, 04 Maret 2013, 12:17 WIB
Komentar : 0
Tahta Aidilla/Republika
Nurul Arifin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wasekjen Partai Golkar Nurul Arifin meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) berhati-hati dalam menyikapi masalah Partai Demokrat. Ia malah menyarankan agar sebaiknya ada forum konsultasi antara Komisi II DPR, KPU, Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Kemenkumham. 

"Jika tidak ditangani hati-hati, bisa terjadi huru hara politik lagi," katanya Senin (4/3).

Sebelumnya, Partai Demokrat terancam tidak bisa ikut pemilu 2014. Ini lantaran masalah kekosongan posisi ketua umum setelah ditinggalkan Anas Urbaningrum. 

Padahal, ketua umum diperlukan untuk menandatangani daftar calon anggota legisltif sementara (DCS). Sesuai jadwal, pendaftaran DCS akan dibuka dan berakhir pada April mendatang. 

Ini yang kemudian mendorong Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat sekaligus menkumham, Amir Syamsuddin buka suara. Dia menyatakan akan ke KPU dan meminta dispensasi terkait pengganti ketua umum yang akan menandatangani DCS.

Menurut Nurul, seharusnya masalah kepengurusan yang berubah itu diselesaikan sebelum penyerahan DCS berakhir pada 16 April. Itu jika merujuk pada masalah kepengurusan yang ada di partai Nasdem, Hanura dan Demokrat.

Karena, hal ini menyangkut legitimasi dari DCS yang harus ditandatangani ketua umum dan sekjen yang sesuai dengan susunan kepengurusannya. 

"Jika itu tidak dilakukan, maka KPU berhak untuk menolak. Agar tidak terjadi gugatan dari mereka yang merasa dilangkahi wewenangnya oleh pihak-pihak tertentu," papar mantan anggota Pansus RUU Pemilu tersebut. 

Redaktur : Mansyur Faqih
3.164 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Baleg Minta PD Segera Tentukan Pengganti Anas

FPD: Pak Anas Itu Siapa? Kok Melawan?

PAN: KPU Jangan Pilih Kasih dengan Partai Demokrat